Diiming-imingi Mau Dibelikan Paket Data, Seorang anak di Bojonegoro Dicabuli Ayah Tirinya

SM saat pres rilis di halaman Mapolres Bojonegoro.

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Seorang anak berusia 12 tahun di Bojonegoro, Jawa Timur jadi korban pencabulan ayah tirinya yang bejat.

Dengan modal rayuan akan dibelikan paket data si ayah tiri langsung mengajak anak tirinya tersebut kamar korban.

Terduga pelaku pencabulan tersebut berinisial SM warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk saat ini berdomisili di kecamatan Dander,

Kejadian tak pantas tersebut terjadi pada bulan Oktober, April 2021 sampai Mei 2022.

Kejadian tersebut berawal sekira bulan Oktober 2021 jam 11:00 WIB, dan bulan April sekira pukul 07:00 WIB sampai Mei 2022, telah terjadi pencabulan, hal tersebut dilakukan didalam kamar rumah korban dan Kejadian terakhir pada bulan Mei sekira pukul 10:00 diketahui terakhir yang juga dilakukan didalam kamar rumah korban.

Baca Juga:  Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran, Bupati Bojonegoro Pantau Kesiapan Posko Pemudik

Saat itu korban melintas di depan SM, lalu korban dipanggil oleh SM diajak masuk kamar. Korban dijanjikan dibelikan paket data.

Korban yang sedang gandrung dengan get get Android diam tak bergeming menghadapi bapak tiri bejad tersebut. Setelah SM berhasil membujuk korban, aksi bejat SM dilakukan terhadap korban. Setelah puas mencabuli mawar bapak tirinya pun melarang korban bilang pada ibunya.

Ternyata aksi yang pertama membuat pelaku ketagihan, dan terus melakukan aksi bejatnya tersebut. Dan lagi lagi korban diancam untuk tidak bilang pada ibu, kakek dan neneknya.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Kembali Resmikan IGD-PONEK

Ternyata aksi bejat pelaku itu tak berlangsung lama, perbuatan terkutuk tersebut diketahui oleh ibu korban, yang tidak lain istri pelaku.

Mengetahui, suami barunya berbuat bejat terhadap anaknya, sang ibu berang dan melaporkan aksi tersebut ke pihak yang berwajib.

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad dalam jumpa pers mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa satu buah rok panjang warna hitam, satu buah kemeja lengan panjang warna hitam, dan satu buah kaos dalam warna putih, serta satu buah celana dalam warna pink.

Akibat perbuatan SM, tersangka SM dijerat pasal 76 E jo pasal 82 ayat (1), Undang-Undang Republik Indonesia 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Baca Juga:  Warga Desa Plampaan Camplong Amankan Seorang Pria yang Diduga Mencuri Sepeda Motor

“Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

Temukan Kami: