BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Sebentar lagi, momen lebaran akan segera tiba. Orang-orang yang ada di perantauan akan mudik. Perkiraan pemerintah untuk tahun ini kurang lebih 85 juta jiwa penduduk Indonesia akan melakukan mudik ke beberapa daerah.
Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan bahwa pihaknya mulai tanggal 24 Maret 2022 akan mulai membuka posko penjagaan dan membuka tempat Vaksinasi bagi pemudik.
Pemudik yang pulang ke Bojonegoro maupun dari luar daerah demi menjaga herd comunity bagi warga Bojonegoro.
Kapolres yang akrab dengan media tersebut memperkirakan warga Bojonegoro yang akan mudik sekitar 70.000 warga Bojonegoro yang merantau dan mudik ke Bojonegoro.
“Data pastinya kita tidak tahu berapa orang warga Bojonegoro real yang ada di luar bojonegoro, tapi kita menghitungnya dari data vaksinasi, berapa orang Bojonegoro yang diluar daerah ikut Vaksin, perkiraannya sekitar 70. 000 ribu orang yang melakukan vaksinasi di luar daerah Bojonegoro,” terangnya pada saat acara Piramida pengenalan Kasat Reskrim baru bersama media Bojonegoro, Hari Jumat 23/04/2022 di Warung lesehan Ledok kulon, Kecamatan Bojonegoro, kabupaten Bojonegoro, provinsi Jawa timur.
Kapolres menambahkan, dalam Posko vaksinasi tersebut nanti tim nakes bisa melayani tiap pemudik minimal 10 orang untuk mengunakan Vaksinasi Boster, karena setiap satu vial vaksin tersebut bisa digunakan 10 orang. Satu orang dua orang tim nakes akan Menungu sampai 10 orang, dikarenakan kekuatan vial tersebut hanya 6 jam saja.
“Jadi nanti ditiap posko ada tim nakes yang siap melayani pemudik, kita akan layani tiap satu vial nya untuk 10 orang, sebab kalau hanya satu dua orang itu kurang, dan tidak kita tidak layani, kita nungu 10 orang baru kita layani, karena kekuatan vial itu hanya 6 jam, kalau satu dua orang tidak efektif dan sisanya dibuang,” imbuhnya.
Kapolres AKBP Muhammad juga mengimbau untuk warga Bojonegoro yang mudik, atau keluarga nya turut membantu dan mengabarkan agar ikut Vaksinasi.
Dan Kapolres juga mengimbau untuk menyambut 70.000 warga yang mudik semua warga Bojonegoro agar menjaga Kamtibmas, terutama terkait tawuran yang diakibatkan salah paham.
“Jadi saya minta rekan rekan media turut membantu mengabarkan ini, keluarga yang Dibojonegoro juga ikut menyarankan agar keluarganya untuk ikut Vaksinasi, dan ikut menjaga Kamtibmas,” pungkasnya.















