PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Bupati pamekasan menghadiri panen raya padi di Lapas Narkotika Kelas II A Pamekasan, Madura Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (17/03/2022) pagi.
Dalam kesempatan itu Baddrut Tamam mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memiliki beberapa program yang bersinergi dengan Lapas Kelas II A Pamekasan, langkah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pamekasan.
Merupakan peranan penting bagi warga binaan agar terlibat dalam swasembada pangan di Kabupaten Pamekasan. Selain itu terobosan tersebut sebagai upaya memberikan kesempatan kemandirian bagi warga binaan.
“Kita memiliki program yang namanya sapu tangan biru, yaitu sepuluh ribu pengusaha baru, di lapas ini disamping melakukan pembinaan, pendidikan, membangun mental baru, membangun kesadaran baru, membangun komitmen untuk bisa mandiri, jika bisa dikerjasamakan dengan pemerintah akan semakin luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya panen raya ini penting dan diharapkan menjadi salah satu cara Kalapas untuk meningkatkan perekonomian. Ekonomi, inovasi, dan kreasi menjadi hal penting di era pandemi. Ia juga menambahkan, disatu sisi ekonomi harus cepat dan pandemi harus semakin lambat.
“Inovasi dan kreasi menjadi kewajiban di era pandemi karena pandemi ini menghendaki pelambatan, revolusi industri menghendaki percepatan.” tutupnya.
Selain pertanian, di SAE Nato Farm Camp juga terdapat pembinaan kemandirian peternakan dan pengelolaan limbah domestik. Para WBP diajari proses budidaya ikan, sapi, kambing dan ayam. Sedangkan limbah rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos.
“Semua merupakan hasil karya WBP yang selama ini dibina di Lapas Pamekasan,” jelas Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Teguh Wibowo.
Meski demikian, Teguh juga menegaskan bahwa tujuan utama dari pembinaan WBP melalui SAE ini bukan serta merta untuk keuntungan materiil saja. Melainkan lebih pada rasa kemanusiaan, yaitu untuk menyiapkan WBP dengan keterampilan dan keahlian tambahan. Terutama dalam bidang pertanian. Sehingga dapat digunakan sebagai bekal untuk mereka warga binaan kembali lagi ke masyarakat.

















