SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Aliansi LSM Jawa Timur meminta Kejati Jatim segera menuntaskan dugaan korupsi di Pemprov setempat.
Aktivis LSM Jaka Jatim, Musfik menuturkan, mereka menuntut Kejati segera menuntaskan dugaan korupsi di Pemprov Jatim yang sudah mereka laporkan bulan Oktober 2020 lalu.
Diantaranya dugaan korupsi pengadaan Laampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2020 serta anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) pada pandemi Covid-19.
“Tangkap dalang korupsi dana hibah dan dana Covid-19, usut sampai ke akar-akarnya,” kata Musfik saat melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) setempat, Senin (14/02/2022)..
Musfik mengatakan, anggaran LPJU tahun 2020 lalu mencapai Rp 75 miliar. Namun, banyak kejanggalan yang terjadi dalam pelaksanaan anggaran yang sangat besar ini.
Ia menjabarkan, berdasarkan kajian yang dilakukan, pengadaan LPJU ini sangat masif, mulai dari proses penganggaran hingga pencairan. Untuk penerima diduga dikoordinir oleh segelintir orang. Mulai proses pengajuan proposal hingga LPJ, diduga sudah ada yang mengondisikan. Maka tak heran jika Pokmas penerima ditengarai hanya menerima dana Rp 1,5 juta.
Bahkan, berdasarkan temuan audit yang dilakukan oleh BPK, ada kelebihan bayar pada proyek ini sekitar Rp 40,9 miliar. “Dari investigasi yang kami lakukan, banyak pengadaan yang tidak sesuai nilai harga satuan, sehingga keuntungan yang diperoleh sangat luar biasa. Laporan masyarakat kepada kami juga menyebutkan, Pokmas penerima hanya menerima dana Rp 1,5 juta,” katanya.
Pun sama dengan anggaran BTT yang diduga menjadi bancakan sejumlah oknum tak bertanggungjawab. Dari anggaran sekitar Rp 1 triliun, berdasarkan kajian yang dilakukan, ada dugaan kerugian negara yang mencapai Rp 6 miliar yang terdapat di sejumlah OPD.
“Kami mendesak Kejati Jatim segera menetapkan tersangka cukong-cukong yang terlibat dalam korupsi ini, baik pada korupsi LPJU maupun dana BTT ada Pandemi Covid-19,” tegasnya.
Untuk diketahui, Demo ini dilakukan terdiri dari sejumla LSM. Demo ini dilakukan diantaranya oleh LSM Jaka Jatim, Gam-Jatim, dan Gerasi Jatim.

















