Seorang Gadis di Pamekasan Berangkat Sekolah Tampa Uang Saku dan Perut Lapar

- Admin

Kamis, 10 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Aulia Nur Fadhilah (10) hidupnya sungguh memprihatinkan. Setiap hari Berangkat sekolah dengan rasa lapar dan tanpa uang saku.

Aulia biasa ia dipanggil, gadis cilik yang saat ini duduk di kelas 4, di salah satu Sekolah Dasar yang ada di Pamekasan, tinggal bertiga dengan dua Kakak kembarnya yakni Wada dan Wadi.

Ia dan kedua Kakaknya tinggal di Rumah peninggalan Almarhum Ibunya, di Jalan Stadion, Kelurahan Barurambat Kota, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur.

Ayah yang sudah bertahun-tahun lamanya pergi tanpa ada kabar, dan Ibu yang sudah meninggal menambah beban penderitaan bagi Aulia dan kedua Kakaknya.

Baca Juga:  Tinggal di Gubuk Reot, Wanita Sebatang Kara di Pamekasan Ini Berharap Ada Keajaiban

“Kalau mau berangkat sekolah ada yang ngasih makanan ya saya sarapan, saya juga tidak pernah bawa uang saku,” ucap Aulia kepada Wati yang merupakan Relawan Individu.

Selain itu Sepatu dan Tas sekolah yang biasa dipakai, juga sudah usang dan kusut serta sobek semua.

Tidak hanya itu Aulia juga mengatakan jika dirinya tidak mempunyai hijab selain hijab seragam dari sekolahnya.

Sementara itu Wati Relawan Individu yang datang berkunjung ke Rumah Aulia merasa sangat prihatin dengan keadaan kehidupan Aulia dan kedua Kakaknya itu.

Baca Juga:  Menikmati Indahnya Sunrise dan Sunset di Dermaga Brenta Pesisir Pamekasan

“Saya dapat informasi tentang Aulia dari salah satu tetangganya yang kebetulan merupakan teman saya kerja, ucap Wati.

Kata Wati, temannya itu kebetulan cerita jika Aulia minta uang 2 ribu rupiah untuk membeli lem, guna mengerjakan tugas dari sekolahnya.

“Saya jadi merasa miris dan iba kok masih ada kehidupan yang memprihatinkan seperti Aulia ini, bahkan ada di tengah-tengah Kota Pamekasan,” imbuhnya.

Wati hanya bisa berharap semoga Pemkab Pamekasan melalui pihak-pihak terkait, bisa segera membantu untuk kelanjutan kehidupan Aulia dan kedua Kakaknya ke depan.

Baca Juga:  Toko Elektronik di Pamekasan Dilalap si Jago Merah

“Kalau menurut saya peranan Dinas Pendidikan ini sangatlah penting, mengingat Aulia merupakan penerus Bangsa, dan masih usia produktif. Jadi sangat butuh kepedulian dari Disdik maupun pihak Sekolah untuk keberlangsungan sekolahnya, kalau untuk kedua kakaknya karena mereka sudah besar jadi butuh lapangan pekerjaan,” tukas Wati.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Pendidikan Tidak Gratis: Menguji Pernyataan Humas SMA 3 Bojonegoro di Tengah Larangan Pungutan dan Politisasi PIP
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Ketua DPRD Bojonegoro Diroasting Guru Madrasah, Pertanyakan Anggaran APBD Besar, Guru Madrasah Miskin Tak Dapat Insentif
Dinas Pendidikan Bojonegoro Siapkan 40,4 Miliar untuk Beasiswa
Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming
KKN UNIJA Gelar Seminar Digital Marketing, Angkat Potensi Bawang Goreng Desa Basoka

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB