Fenomena Sapi Mati Mendadak, Ini Penjelasan Kabid Peternakan dan Keswan Dispertan Sampang

- Admin

Jumat, 28 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Teka-teki matinya sejumlah sapi ternak milik warga Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terjawab sudah.

Hasil survey lapangan yang dilakukan tim Kesehatan Hewan Sampang, menyatakan kematian ternak warga disebabkan oleh virus yang di tularkan oleh nyamuk atau Bovine Ephemeral Fever (BEF).

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Drh Hendra Gunawan mengatakan, jika pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan autopsi tim kesehatan hewan memastikan bahwa sapi-sapi yang sakit dan mati mendadak itu terserang virus BEF atau virus yang ditularkan oleh nyamuk,” ujarnya, kepada kontributor suarabangsa.co.id melalui sambungan telepon, Jumat (28/01/2022).

Baca Juga:  Ganggu Lalulintas, Sejumlah PKL di Jalan Sikatan Pasar Srimangunan Sampang Bakal Ditertibkan

Pada umumnya, kata dia, penyakit ini disebut dengan demam 3 hari, karena memang biasanya sapi atau kerbau mengalami demam tinggi selama 3 hari. Penyakit ini galibnya menghantam sapi (khususnya) di daerah dengan topografi.

“Penyakit ini dipacu oleh vektor serangga pembawa virus, seperti nyamuk dan lalat dengan kemampuan untuk menyebarkan penyakit sejauh 2 km. Virus tersebut memiliki masa inkubasi selama 7 hari,” urainya.

Hendra menjelaskan, gejala klinis sapi yang terserang virus BEF adalah tubuh sapi mengalami demam dengan suhu tinggi, kaki gemetar dan pincang hingga lumpuh, dari mulut dan hidung keluar lendir.

Baca Juga:  Satlantas Polres Sampang Bagikan Nasi Bungkus pada Abang Becak

“Nafsu makannya menurun, kondisi fisik lemah, malas bergerak, dan terkadang disertai diare,” terang dia.

Penyakit itu, kata dia, mulai menyerang hewan ternak menjelang pergantian musim (pancaroba) dari musim penghujan ke kemarau, seperti saat ini. BEF bisa diatasi dengan pengobatan khusus, tapi warga terlambat melaporkannya, sehingga menyebabkan banyak ternak mati.

“Laporkan bila ada gejala klinis tersebut,” ujarnya. Pelaporan penting, karena terbatasnya tenaga dokter hewan dan tenaga medis yang bisa memantau sekian banyak jumlah ternak sapi di Kabupaten Sampang,” imbaunya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Raih WTP dari Kementerian Keuangan RI

Untuk menghindari kematian sapi karena virus tersebut, kata Hendra, pihaknya meminta kepada para peternak sapi untuk menjaga kebersihan kandang dan juga memberi vitamin atau probiotik agar daya tahan tubuh hewan ternak lebih meningkat

“Pengobatan yang juga dapat berikan adalah multivitamin untuk memperbaiki kondisi, pemberian analgesic atau pereda nyeri, obat menurun panas dan pengendalian serta pemberantasan vektor nyamuk,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru