YPM Muslimat NU Probolinggo Lakukan MoU Dengan Dinas Pendidikan

- Admin

Minggu, 3 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo merupakan satu dari 10 daerah di Jawa Timur yang mendapatkan kepercayaan melakukan pendampingan Program Organisasi Penggerak (POP) sebagai terobosan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Dalam menjalankan pendampingan POP tersebut, PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan (teken) nota kesepahaman bersama dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding) dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi menyambut baik keterlibatan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pendampingan POP dari Kemendikbudristek RI.

“Harapannya ilmu yang didapat dari Program Organisasi Penggerak terobosan Merdeka Belajar ini bisa ditularkan kepada lembaga yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas kepala sekolah dan guru,” harapnya.

Baca Juga:  Rumah Janda Tua di Pamekasan Ini Roboh, Kini Tak Punya Tempat Tinggal

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati mengatakan POP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepala sekolah dan guru serta tenaga pendidik yang lain.

“Bidangnya adalah managemen, bagaimana cara mengajar serta menjadikan sekolah yang inovatif dan kreatif. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada YPM Muslimat NU Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Untuk pendampingan POP ini jelas Nurayati, pihaknya mengajukan 5 (lima) lembaga yang berada dibawah naungan YPM Muslimat NU Kabupaten Probolinggo.

“Kelima lembaga ini berada di Kecamatan Tongas, Wonomerto, Kuripan, Tegalsiwalan dan Leces,” jelasnya.

Baca Juga:  Wabup Probolinggo Pantau Vaksinasi 6000 Anggota Pramuka

Menurut Nurayati, lima lembaga ini dipilih karena merupakan binaan dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo. Selain itu, gurunya mempunyai SIM PKB (Sistem Informasi Managemen Pengembangan Profesional Berkelanjutan) dari TK dan PAUD.

“Di samping itu, jumlah siswa minimal 30 orang dalam satu lembaga serta ada komitmen dari lembaga dan guru untuk mengikuti pelatihan selama 3 (tiga) tahun yang fokusnya kepada peningkatan kualitas SDM. Serta siap untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Karena berada dibawah Muslimat NU terang Nurayati, maka pihaknya juga memasukkan Kurikulum Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sejak dini. “Pendidikan merupakan program prioritas Muslimat NU Kabupaten Probolinggo karena Ibu-ibu sebagai pendidik pertama dan utama untuk mencetak kader NU yang berkualitas dan handal,” tegasnya.

Baca Juga:  Dispendik Probolinggo Perluas Cakupan PTM

Nurayati mengharapkan agar sekolah yang sudah terpilih bisa konsisten mengikuti pelatihan selama 3 (tiga) tahun dalam Program Organisasi Penggerak. Nanti hasilnya seperti parenting akan melibatkan anggota Muslimat NU terutama terkait bagaimana cara mendidik anak.

“Harapan kami ada lembaga dan guru yang mau menularkan ilmu yang telah didapat kepada lembaga lain di Kabupaten Probolinggo. Semoga memberikan motivasi baru, berkarya dan bermanfaat demi kemajuan pendidikan anak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027
Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam
Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB