Lahir Tanpa Anus, Bayi di Taddan Camplong Sampang ini Butuh Pertolongan

- Admin

Jumat, 1 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya terlahir ke dunia dalam kondisi sehat dan normal. Namun, nasib berkata lain untuk pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan dari pasangan Alwidi dan ayahnya Horin ini mengalami kelainan, berupa tidak memiliki Atresia Ani alias tak miliki anus, kondisi ini sangat menyulitkan bayi malang tersebut untuk buang air kotorannya.

Informasi yang dihimpun suarabangsa.co.id, bayi yang bernama lengkap Siti Romlah itu menderita menahan rasa sakit dengan kondisi perutnya yang membesar. Bayi yang baru berumur dua minggu itu hanya bisa berbaring menangis di samping ayah dan ibunya.

Alwidi orang tua bayi saat ditemui wartawan, Jumat (01/01/2021) mengatakan, tidak tega melihat rintihan dan tangisan putrinya, sebagai seorang ibu hatinya hancur berkeping keping melihat kondisi anaknya yang terlahir dengan kondisi seperti itu.

Baca Juga:  Aneh! BLT Dana Desa Tidak Juga Cair, Sejumlah KPM di Sampang Kembali Mengeluh

“Dia hanya menangis tiap saat mau buang air besar, saya tidak tega melihatnya. Sebagai orang tua, hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar dia bisa terlepas dari penderitaannya. Saya hanya bisa menangis dan bersikap tabah dalam menghadapi cobaan ini,” cerita Alwidi kepada wartawan dengan cucuran air mata.

Sebagai seorang ibu, Alwidi mengaku sangat miris melihat kondisi sang bayi. Sebab, bayi malang ini kerap menangis ketika menahan sakit. Kondisi itu selalu terjadi saat bayi mungil ini akan buang air besar.

“Karena enggak punya anus, jadi dia kesakitan kalau buang air. Dia selalu nangis, siapapun enggak ada yang mau seperti ini,” ucapnya.

Hal senada disampaikan ayah Siti Romlah, Horin mengaku saat ini pihaknya tidak memiliki cukup biaya untuk pengobatan anaknya itu, sehingga dia mengharapkan bantuan Pemda setempat serta uluran tangan para dermawan untuk pengobatan sang Putri.

Baca Juga:  Silahturahmi Kebangsaan Gus Miftah dan Aftershin, juga Dihadiri Calon Bupati dari Gerindra

“Saya khawatir lambat laun anak bayi kami kesehatannya semakin menurun. maka saya meminta bantuan kepada relawan semoga ada jalan untuk pengobatan anak saya,” kata Horin singkat, tak kuasa menahan sedih.

Terpisah, Dewan Kesehatan Rakyat, Azizah mengaku, bahwa pihaknya sudah berusaha membantu bayi Siti Romlah dengan mengupayakan biaya pengobatan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.

“Pemkab Sampang siap membantu dan menfasilitasi pengobatan Siti Romlah dengan biaya pengobatan yang dijamin melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda),” terangnya.

Karena saat ini menjelang akhir tahun, alokasi anggaran sudah tutup. Jadi, secara administrasi dimungkinkan tidak bisa secepatnya bantuan tersebut dapat terealisasi.

“Untuk mensiasati biaya akomodasi dan transportasi pengobatan ke rumah sakit di Surabaya, maka kami membuka rekening donatur untuk pengobatan Siti Romlah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Disperindag Probolinggo Datangi 3 Distributor Minyak Goreng

Untuk saat ini, lanjut Azizah, bantuan dari para donatur sudah mencapai Rp 7 Juta dan digunakan untuk pengobatan dan analisa kesehatan ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya.

“Kami sudah membawa bayi tersebut ke dr Soetomo, dari hasil diagnosa bayi itu menderita kelainan paru paru dan lahir tanpa anus,” urainya.

Saat ini, kata Azizah, pihaknya masih dalam tahap memproses pengurusan administrasi untuk operasi lebih lanjut. “Terkendala rumah sakit dr Soetomo untuk jadwal operasi sudah penuh, maka untuk penanganan operasinya masuk dalam daftar tunggu,” bebernya.

Bagi dermawan yang terketuk hatinya dengan penderitaan bayi yang terlahir tanpa anus tersebut bisa berdonasi.

“Untuk yang ingin berdonasi meringankan penderitaannya bisa langsung mengirim dana melalui nomor rekening 0243096316 atas nama Dewan Kesehatan Rakyat. Bank Jatim. Atau di nomor rekening 8960251661 atas nama Moh Iqbal Fathoni,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru