Tiga Warga Sampang di Sumpah Pocong, Ini Penyebabnya

- Admin

Rabu, 24 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Suasana Masjid Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, tiba-tiba di serbu warga setempat, pada Rabu (24/06/2020). Pasalnya, tiga warga Dusun Murombuk Timur, Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, menjalani ritual sumpah pocong. Ketiga warga tersebut atas nama Misriyah (71), Suranten (60) dan Hikmah (21).

Pantauan suarabangsa.co.id dilokasi, di Masjid Madegan itu tampak Misriyah dan Suranten selaku tertuduh serta Hikmah selaku penuduh sama-sama berbaring diatas kain kafan, tubuhnya terbalut kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal. Hadir diacara tersebut, beberapa petugas dari Muspika Sampang serta para tokoh masyarakat.

Dalam keadaan terbungkus kafan serta mata dan hidung ditutup kapas, ketiga perempuan itu mengikuti pembacaan sumpah di bawah Alquran. Dalam sumpah pocong ini, dipercaya akan mendapat laknat dari Tuhan jika si tertuduh berbohong. Begitu pula sebaliknya, yang menuduhnya akan mendapat laknat dari Tuhan jika tuduhannya tidak benar.

Baca Juga:  Viral Video Penemuan Mayat Wanita Bersimbah Darah di Sreseh Sampang

Juhari anak dari Suranten menjelaskan, sumpah pocong itu dilakukan untuk membersihkan nama baik keduanya atas tuduhan yang menduga keduanya memiliki ilmu santet atau sihir.

“Polemik ini bermula, sekitar dua bulan lalu saat si penuduh yang bernama Hikmah ini ke rumah saya karena ada hajatan,” jelas Juhari.

Saat itu, kata Juhari, Hikmah ini dikasih nasi bungkusan oleh ibunya. Informasinya, setelah sampai dirumahnya, Hikmah kemudian memakan nasi itu. “Setelah makan nasi bungkusan dari ibu saya, tenggorokan Hikmah ini katanya terasa sakit,” kata Juhari.

Menurut cerita, lanjut Juhari, karena sakit yang tidak kunjung sembuh kemudian si Hikmah ini langsung pergi ke dukun, untuk mempertanyakan penyakit yang dialaminya.  “Menurut dukun, Hikmah sakit karena kena santet,” cerita Juhari.

Baca Juga:  Peduli Keselamatan Pengendara, Warga Desa Prajjan dan Tambaan Camplong Sampang Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang

Berdasarkan informasi dari dukun itu, Hikmah langsung menuduh Suranten yang menyantet. Karena tidak menemukan solusi, akhirnya dilakukan sumpah pocong. “Sudah puluhan tahun ibu saya dituduh punya ilmu satet, bukan kali ini saja ibu saya dituduh punya ilmu hitam,” sesal Juhari.

Sementara itu, H Hasin, Ketua takmir masjid Madegan mengatakan, sebelum dilakukan sumpah pocong, dirinya memberikan pengertian kepada Hikmah, untuk berfikir ulang dalam pelaksanaan sumpah pocong ini.

“Saya memberikan pengertian, apa sudah betul-betul siap untuk melaksanakan proses sumpah pocong ini,” kata H Hasin.

Menurut H Hasin, sumpah pocong merupakan langkah terakhir untuk meredam isu santet dan mengembalikan nama baik bagi tertuduh.

Baca Juga:  Pilkades Serentak di Probolinggo Dipastikan Digelar 17 Pebruari 2022

“Ini upaya terakhir untuk meredam isu santet yang beredar luas di kalangan masyarakat. Sekaligus mengembalikan nama baik tertuduh,” terang H Hasin.

Ditempat yang sama, Sertu Mulyadi, Babinsa Klurahan Polagan mengatakan, sumpah pocong ini sudah disepakati oleh para pihak yang berkonflik. Upaya ini juga dilakukan untuk meredam isu ilmu santet yang meresahkan warga. Apalagi ilmu santet tidak bisa dibuktikan secara fisik, namun warga dihimbau tidak boleh anarkis dan main hakim sendiri.

“Warga diharap jangan ada lagi isu dan fitnah santet lagi. Jika terbukti, ada pihak berwajib yang akan melakukan tindakan hukum sesuai undang-undang,” tegas Sertu Mulyadi.

Berita Terkait

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro
LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum
Humas SMA 3 Bojonegoro Sebut Pendidikan Tak Gratis, Sinyal Dana PIP Kian Rawan Jadi ‘Bancakan’
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Krisis Energi di Lumbung Gas Bojonegoro: Jargas Dinilai Mahal, LPG 3 Kg Langka dan Tembus Rp35 Ribu
SMAN 3 Bojonegoro Rekreasi ke Bali
Hasil Voting Parapatan PSHT Rayon Tanjungharjo: Yusuf Terpilih Sebagai Ketua Periode 2026-2029
Lima Nama Kandidat Ketua DPC PKB Bojonegoro Diusulkan ke Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Kamis, 9 April 2026 - 18:26 WIB

Humas SMA 3 Bojonegoro Sebut Pendidikan Tak Gratis, Sinyal Dana PIP Kian Rawan Jadi ‘Bancakan’

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIB

SMAN 3 Bojonegoro Rekreasi ke Bali

Rabu, 8 April 2026 - 09:47 WIB

Hasil Voting Parapatan PSHT Rayon Tanjungharjo: Yusuf Terpilih Sebagai Ketua Periode 2026-2029

Sabtu, 4 April 2026 - 15:53 WIB

Lima Nama Kandidat Ketua DPC PKB Bojonegoro Diusulkan ke Pusat

Jumat, 3 April 2026 - 18:42 WIB

Sinergi Membangun Daerah, Letkol Inf Dwi Wijayanto Paparkan Proyek Strategis di Hadapan Awak Media

Jumat, 3 April 2026 - 07:57 WIB

Warga Rasakan Manfaat Nyata Pembangunan jalan di Dayu Kidul Bojonegoro

Berita Terbaru