Target 24 Mei Selesai, Hingga Hari Ini 35 Desa di Sampang Belum Salurkan BLT-DD

- Admin

Selasa, 26 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Hingga saat ini, ada 35 desa di Kabupaten Sampang yang masih belum menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Malik Amrullah mengatakan, 35 desa tersebut belum menyalurkan dana BLT-DD di karenakan adanya keterlambatan dari pihak desa.

“Keterlambatan penyaluran dana itu karena kepala desa ingin menyalurkannya melalui rekening, khawatir atau apa itu namanya,” kata Malik saat dikonfirmasi suarabangsa.co.id, Selasa (26/05/2020).

Baca Juga:  Rekam Wanita di Toilet, Karyawan Restoran di Jember Diamankan Polisi

Meski begitu, Malik enggan membeberkan desa mana saja yang belum menyalurkan bantuan untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 itu. Ia menyebut, ada beberapa alasan hingga pekan terakhir Mei 2020 puluhan desa itu belum merealisasikan BLT-DD.

“Itu, saya tidak hafal. Ada sekitar 35 desa yang belum menyalurkan BLT-DD. Tapi sosialisasi kepada desa, kami kira sudah maksimal,” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial itu menuturkan, berdasarkan arahan terbaru, seharusnya semua desa sudah menyalurkan bantuan tersebut sebelum hari raya Idul Fitri 1441 hijriyah.

Baca Juga:  Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

“Tapi kalau sampai sekarang masih ada desa yang belum menyalurkan BLT-DD, ya, itu yang terjadi,” tuturnya.

Malik sendiri mengungkapkan, jika di Kabupaten Sampang sudah sekitar 80% penyelesaian penyaluran BLT dana desa untuk masyarakat.

“Saya cek kembali ke desa apa ada kendala lain, hingga menyebabkan penyaluran BLT-DD terhambat atau lamban,” dalihnya.

Malik menjelaskan, jika BLT-DD tiga bulan tersebut disalurkan pada bulan Mei, maka masyarakat akan menerimanya hingga bulan Juli 2020.

“Besarannya setiap bulan sebanyak Rp600 ribu per kartu keluarga (KK),” tutupnya.

Baca Juga:  Sesuai Kebijakan Kemenkes, RSUD dr Mohammad Zyn Turunkan Harga Tes PCR Menjadi Rp 235 Ribu

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru