Aktivis KONTRA’SM Minta Polres Sumenep Bongkar Jaringan Pengoplos Beras

- Admin

Jumat, 3 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pengungkapan mafia beras oplosan di Sumenep terus dilakukan oleh Polres setempat. Tidak hanya itu, aktifis Komisi Perlindungan Hukum dan Pembelaan Hak-hak Rakyat (KONTRA’SM) turut memberikan dukungan dalam mengungkap secara tuntas atas kasus beras oplosan di Sumenep.

Direktur KONTRA’SM, Zamrud Khan meminta kepada pihak kepolisian untuk membuka kasus beras oplos ke publik, dan diminta tidak merahasiakan sesuatu apa pun yang berkaitan dengan kasus beras oplosan yang terjadi di Sumenep, karena menurutnya beras yang diduga dioplos merupakan hak warga miskin.

“Kami dengan Polres memiliki semangat yang sama dalam memberantas mafia beras, kita harus dukung bersama, namun penyidik diharapkan membongkar jaringannya, agar tidak tebang pilih,” sebutnya.

Lebih jauh Zamrud menjelaskan, Bahwa di dalam hukum ada asas Equality Before the Law (adanya persamaan di hadapan hukum), dan apalagi berdasarkan pasal 27 Ayat 1 UUD 1945 semua warga Negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, alias tidak ada ketimpangan hukum.

Baca Juga:  Peringati Hari Bhayangkara ke-74, Polres Sumenep Bagikan 700 Sembako

“Harus dibuka ke publik, diusut hingga tuntas, agar masyarakat kecil tidak menjadi korban, apalagi beras itu merupakan beras bantuan sosial (BPNT), kasihan masyarakat jika sampai terpapar beras tidak sehat,” imbuhnya.

Selain itu, Zamrud juga mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap hasil uji laboratorium terhadap beras yang dioplos, agar kekhawatiran masyarakat terhadap kandungan beras yang beredar bisa dipastikan dengan sebenar-benarnya, bahwa beras tersebut layak dikonsumsi dan sesuai dengan standar kesehatan.

“Kita harus mendukung langkah polres membongkar kasus ini, termasuk pula hasil uji lab harus segera disampaikan ke publik,” pintanya.

Baca Juga:  Disperindag Kabupaten Probolinggo Berikan Pelayanan Sidang Tera Ulang

Menanggapi hal tersebut, Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, bahwa soal dugaan kasus beras oplosan tersebut, Korp Bhayangkara sudah bekerja sesuai prosedur. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk gelar perkara.

Saat ini, penyidik Polres Sumenep tengah melakukan pemberkasan terhadap tersangka Latifah yang merupakan pemilik gudang UD Yudhatama Art yang digrebek Polisi beberapa waktu lalu, yang pada saat itu ditemukan sedang melakukan kegiatan pengoplosan beras, yaitu beras merk Bulog dicampur dengan beras petani dan juga disemprot dengan menggunakan sebuah cairan berwarna hijau.

Kemudian setelah dilakukan pengoplosan tersebut, selanjutnya beras dikemas kembali dengan menggunakan kemasan 5 Kg dengan merk Ikan Lele Super. Beras itu rencananya kurang lebih sekitar 10 ton akan didistribusikan ke Kecamatan Giligenting untuk memenuhi kebutuhan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Baca Juga:  Sebanyak 366 Siswa di Probolinggo Peringati HKGI

Disinggung dengan adanya potensi keterlibatan pihak lain di dalam kegiatan yang dilakukan UD Yudha Tama ART tersebut, Widi masih enggan berkomentar.

“Itu ranahnya penyidik,” ucapnya singkat.

Hingga ditanya mengenai hasil uji Laboratorium BPOM terhadap cairan yang disemprotkan pada campuran beras yang dilakukan UD Yudha Tama ART saat penggerebekan lalu, Widiarti mengatakan bahwa uji lab tersebut sudah keluar, akan tetapi masih belum diambil dikarenakan kondisi saat ini yang masih tidak memungkinkan.

“Kalau hasil uji labnya nanti saya konfirmasi lagi ke Kasatreskrim,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Polda Jatim Ungkap Arisan Online Fiktif, Transaksi Capai Rp 71 Miliar
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB