SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Bawa kabur SAA (16) pelajar SMP sempat, warga Probolinggo mendekam di balik jeruji besi.
SAA sempat dinyatakan hilang setelag diantar ke sekolah oleh orang tuanya.
Kejadian tersebut sempat dilaporkan ke Polsek Gapura berdasarkan informasi data Orang/Anak Hilang bernomor Laporan Pengaduan/01/II/2020/Polsek, pelajar putri tersebut dengan inisial SAA, Selasa (18/02) lalu.
SAA dilaporkan hilang atau meninggalkan rumah sejak sekira pukul 13.30 WIB, Senin siang (17/02).
Namun setelah dilakukan pencarian oleh Polres Sumenep, ternyata korban tidak benar adanya bahwa korban diculik.
Menurut Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K.,M.I.K, bahwa korban menghilang dengan sengaja setelah melakukan perjanjian dengan salah satu orang yang dikenal melalui media sosial Facebook.
“Setelah diantar ke sekolah oleh orang tuanya, lalu pergi untuk menemui salah seorang yang dikenalnya melalui jejaring sosial tersebut,” kata Deddy.
Setelah Polres Sumenep melakukan pencarian, akhirnya pelaku yang membawa korban diketahui adalah warga Probolinggo dengan inisial AF, dan dilakukan penangkapan di Kabupaten Probolinggo daerah kota.
Menurut pengakuan tersangka AF, bahwa selain membawa kabur anak di bawah umur, ia juga sempat melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Setelah saya nikahi, baru saya setubuhi pak,” katanya saat diintrogasi pada jumpa pers, Jum’at (20/03) pukul 09:00 WIB.
Sementara Kapolres Sumenep, menjelaskan bahwa faktanya tersangka AF tidak menikahi korban secara resmi.

















