Seorang Gadis di Masalembu Diduga Dicabuli Tetangganya

- Admin

Jumat, 3 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Bunga (14) gadis asal Masalembu diduga menjadi korban perbuatan cabul tetangganya yang berinisial SP (45), Senin (23/12/2019) lalu.

“Kedatangan saya ke Polres Sumenep untuk melaporkan kejadian pencabulan yang menimpa anak saya,” jelas BH (40), ayah Bunga, Kamis (02/01).

Berdasarkan penuturan ankanya, BH menceritakan peristiwa yang menimpa Bunga jelang tengah malam waktu itu.

Kata BH, kejadian itu berawal dari SMS SP ke Bunga pada Senin (23/12/2019) sore. SMS yang masuk sekitar pukul 16.05 WIB itu sendiri bukan atas nama SP, melainkan atas nama Ari, pacar Bunga.

Dalam pesannya, SP mengajak dan memaksa Bunga untuk bertemu. Ia berjanji akan menjemput Bunga ke rumahnya apabila orang tua korban sudah tidur.

Bunga sendiri sempat menolak ajakan untuk bertemu karena takut pada kedua orang tuanya. Namun, SP yang mengaku sebagai Ari meyakinkan Bunga, itu akan menjadi urusannya.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Kembali Bertambah 1 Orang

“Setelah kami tidur di kamar sekitar pukul 23.00 WIB, anak saya memberi tahu SP untuk menjemputnya,” jelas BH.

Tak lama kemudian, SP langsung menjemput Bunga memakai motor Beat merah. Korban lalu dibawa ke lokasi kejadian, tepatnya di pinggir pantai dekat landasan di Dusun Ambulung, Desa Sukajeruk, Masalembu.

Menurut keluarga korban yang enggan disebutkan namanya, Bunga terkejut dan bertanya keberadaan Ari ketika tiba di lokasi. Sebab, korban tak melihat sang pacar berada di situ.

“Kata SP Ari ada di Sumatera. Kemudian SP langsung memaksa Bunga untuk melayani nafsu bejatnya. SP memaksa untuk berhubungan tidak senonoh,” cerita sumber tersebut.

Sementara itu, di rumahnya, BH yang mengetahui sang anak tak ada di kamarnya merasa kebingungan. Kemudian, ia berusaha melakukan pencarian, namun hasilnya nihil.

Baca Juga:  Oknum Kabid di Disparbudpora Sumenep Resmi Ditahan Polisi

“Waktu itu tak bisa dihubungi karena anak saya tak membawa HP,” ujar BH.

Di lokasi kejadian, SP yang sudah puas melampiaskan nafsunya, lalu mengajak Bunga kembali ke rumahnya. Namun sesampainya di rumah, kepulangan mereka dipergoki BH.

“Sampai di rumah sekitar jam 1 dini hari, saya melihat kok anak saya boncengan dengan SP. Karena kepergok, SP langsung bawa kabur anak saya lagi,” tutur BH.

Melihat anaknya dibawa kabur, BH langsung melakukan pengejaran. Sekitar 500 meter dari kejaran, BH berhasil menghadang motor SP dan mengambil sang anak.

“Sempat terjadi cekcok antara BH dan SP. Dan SP mengaku khilaf ke BH,” timpal keluarga korban yang mendampingi BH dan anaknya melapor ke Unit PPA Polres Sumenep.

Atas kejadian tersebut, pada Selasa (24/12/2019) BH dan Bunga melapor ke Mapolsek Masalembu setelah terlebih dahulu melapor ke Kepala Desa Masalima. Saran Pak Kades, BH diminta langsung melapor ke Mapolsek Masalembu.

Baca Juga:  Terkait ASN Terduga Lakukan Pungli, Satreskrim Sumenep; 'Berpotensi Menjadi Tersangka'

“Saat melaporkan ke Polsek, saya disuruh langsung melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Sumenep,” aku BH.

Kemudian pada Senin (30/12/2019) lalu, BH melalui kuasa hukumnya, YLBH Madura melaporkan kejadian yang menimpa putrinya ke Unit PPA Satreskrim Polres Sumenep.

Pembina YLBH Madura, Kurniadi SH kepada sejumlah media mengungkapkan, dirinya berharap agar polisi segera menangkap terlapor yang diduga mencabuli putri kliennya.

“Alhamdulillah laporan kami diterima. Tadi sudah tanda tangan,” ujar BH.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S saat dikonfirmasi membenarkan ada laporan pencabulan anak di bawah umur di Masalembu.

“Ada dari Masalembu. Saat ini penyidik sedang mengumpulkan sejumlah saksi dan barang bukti,” singkatnya.

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II
Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru