Kecewa ke Bupati Sumenep, Mahasiswa Kepulauan Berorasi di Lobi Kantor Pemkab

- Admin

Senin, 9 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Sejumlah mahasiswa kepulauan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass) dan Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) merasa kecewa.

Pasalnya, mahasiswa kepulauan itu tidak ditemui oleh Bupati Sumenep, karena kcewa mereka menggelar aksi di tangga menuju lantai II Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kami telah mengirimkan surat satu minggu lalu ke Polres Sumenep. Bahkan empat hari dari surat yang dikirimkan, kita mendapat konfirmasi dari Polres bahwa Bupati siap menemui, siap memediasi dan siap menampung aspirasi kami,” terang Abd. Mahmud, Korlap Aksi, Senin (9/12/2019) pagi.

Sebelumnya, para mahasiswa itu sudah mendatangi Pemkab Sumenep pada 29 November lalu. Namun, waktu itu mereka diminta berikirm surat terlebih dahulu ke Polres Sumenep sebagaimana sudah dilakukan pada tanggal 2 Desember 2019, agar bisa bertemu dengan Bupati.

Baca Juga:  SMSI Award 2025 Gerakkan Sektor Ekonomi, Puluhan Pelaku UMKM Dilibatkan

“Kami sudah memenuhi permintaan Pemkab Sumenep yang disampaikan melalui petugas kepolisian dari Polres Sumenep saat kami gelar aksi minggu kemarin, suruh kirim surat dan sudah kami lakukan pada tanggal 2 Desember 2019,” imbuhnya.

Mereka kembali ke Pemkab Sumenep hari ini, karena sudah melakukan apa yang diminta Bupati dan mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian.

Tapi nyatanya, lagi-lagi para mahasiswa kepulauan itu harus menelan batu kekecewaan lantaran Bupati Busyro tak bisa menemui mereka tanpa konfirmasi lebih lanjut.

“Kami tidak akan mendatangi Pemkab untuk menemui Bupati jika sebelumnya tidak melayangkan surat untuk audiensi bersama untuk menyelesaikan tuntutan warga kepulauan terkait penambahan armada (kapal) ke kepulauan. Tapi ternyata kami semua yang mewakili warga kepulauan dibohongi oleh Bupati Busyro, termasuk wakilnya” tegas Mahmud.

Baca Juga:  Terus Lakukan Ekspansi, Nature Republic Tambah Cabang Lagi di Kota Surabaya

Sebenarnya, lanjut dia, kedatangan para mahasiswa kepulauan hanya ingin menyampaikan kompleksitas persoalan yang terjadi di kepulauan agar segera diselesaikan oleh Pemkab Sumenep.
Terutama terkait penambahan kapal tadi, mengingat angka kematian akibat kecelakaan transportasi laut sangat besar.

“Kami minta tambahan kapal karena aktifitas masyarakat kepulauan sangat bergantung terhadap alat transportasi laut, baik aktivitas ekonomi maupun sosial lainnya. Selama ini masyarakat pulau terabaikan dan tidak mendapat tempat yang layak, karena keterbatasan sarana prasarana transportasi dari pemerintah,” urai Mahmud.

Baca Juga:  Kasus Penipuan Investasi Online, Polda Jatim Tetapkan Satu tersangka Baru

Karena itulah, kedatangan para mahasiswa sekira pukul 09.00 WIB yang tak bisa ditemui Bupati Busyro hari ini sangat membuat mereka masyghul. Sehingga, mahasiswa kepulauan yang tergabung dalam Himpass dan Formaka tersebut berencana melakukan aksi besar-besaran dengan massa yang lebih besar ke Kantor Pemkab Sumenep.

“Maka dengan kejadian ini pasti akan kami gelar kembali aksi besar-besaran terhadap Pemkab Sumenep yang sudah mempermainkan kami mahasiswa kepulauan, terlebih Bupati Busyro Karim yang dengan sengaja memainkan ini semua. Jangan salahkan mahasiswa kalau gerakannya lebih ekstrem dan tidak bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan
Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian
Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama
Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri
Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru