Hadapi Corona, Ini 10 Jurus Bupati Sumenep Persempit Penyebarannya

- Admin

Rabu, 25 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Penyebaran Virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan sebutan Corona Virus juga menyita perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep, hal ini setelah ada 12 orang warga Sumenep yang menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP) per tanggal 24 Maret 2020.

Bukti keseriusannya dalam menangkal penyebaran virus Corona yang akhir-akhir ini menyita perhatian publik, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, dengan sigap melakukan Press Conference dalam rangka kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menanggulangi virus tersebut.

Meskipun di Sumenep kata Busyro tidak ada yang positif, namun pihaknya beserta semua jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, akan memberikan perlindungan terhadap masyarakatnya.

“Alhamdulillah hingga saat ini Sumenep masih tidak ada yang positif, masih aman. Dan semoga tidak ada,” ungkapnya saat press conference di Pendopo Agung Sumenep, Selasa (24/03).

Selain itu pula, Bupati Sumenep sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah atau cara dalam menanggulangi merebaknya virus tersebut tidak semakin mewabah di Sumenep. Hingga tempat isolasi apabila di Kabupaten Sumenep ada yang positif, pihaknya sudah sangat mengaku siap dengan cara menyiapkan tempat khusus penanganan pasien Covid-19.

Baca Juga:  Apotek PD Sumekar Sumenep Belum Setor Dividen

“Dari beberapa hasil pemantuan yang dilakukan di setiap Kecamatan, bahwa klasifikasi Epidemiologi hingga, Selasa 24 Maret 2020 pukul 07:00 WIB, 690 Orang Dalam Resiko (ODR), 12 Orang Dalam Pemantuan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih belum ada,” jelas Busyro.

Hingga saat ini, menurut Busyro Karim Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah melalukan beberapa langkah-langkah preventif dalam hal penanggulangan mencegah mewabahnya virus Corona di Sumenep yang diantaranya adalah:

1. Pemerintah sudah membentuk satgas penanggulangan bencana non alam dan percepatan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dan tim kesiapsiagaan dan kewaspadaan Covid-19.
2. Mengeluarkan Surat Edaran kepada sumua OPD, Tomas, Toga, Pengasuh Pondok Pesantren, takmir Masjid/Mushalla untuk melakukan pola hidup sehat dan tidak mengadakan kegiatan yang menghadirkan banyak massa/masyarakat.
3. Melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa fasilitas umum, seperti kantor OPD, tempat ibadah, (Masjid/Gereja/Vihara), Pondok Pesantren, pasar, terminal, dan lain-lain.
4. Penutupan tempat wisata yang dikelola pemkab dan diharapkan juga diikuti oleh masyarakat, baik tempat religi, café dan lain-lain.
5. Anggaran sudah disiapkan dari dana APBD Kabupaten Sumenep, antara lain dari belanja tidak terduga dan anggaran lainnya.

Baca Juga:  Tak Kuat Menanjak, Mobil Pengangkut Batu Jatuh ke Jurang Kedalaman 30 Meter

Lanjut Busyro, tidak hanya kegiatan tersebut yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep namun pihaknya akan melakukan langkah-langkah lanjutan, hal ini dimaksud bahwa pemerintah Kabupaten Sumenep bertanggungjawab atas kenyamanan dan keamanan masyarakatnya.

Dalam penanggulangan Covid-19 pemerintah akan menyiapkan tempat isolasi khusus pasien Covid-19 yaitu gedung Islamic Centre di Kecamatan Batuan sebagai tempat isolasi sementara bagi kasus ODP dan atau PDP dan nantinya akan dilanjutkan ke Rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah pusat.

Lain dari itu, pemerintah juga akan terus melakukan penyemprotan disinfektan ke area fasilitas umum, pondok pesantren, tempat ibadah pasar dan lain-lain.

Baca Juga:  HUT PSN Perisai Putih ke 53, Ini Pesan Wabup Sumenep

Kegiatan sosialisai kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa dan untuk tempat wisata religi, tempat hiburan, café dan lain-lain pemerintah sangat berharap untuk ditutup untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Pemerintah Sumenep juga di setiap pelabuhan akan disiapkan alat penyemprot disinfektan dan pemeriksaan kepada penumpang yang datang dan dilakukan oleh Puskesmas, dan bekerjasama dengan Forpimka masing-masing Kecamatan yang ada.

“Untuk kegiatan yang sifatnya akan mengundang massa atau banyak orang, maka tidak kita perbolehkan, jangan hanya mementingkan ego sendiri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB