Ditengah Pandemi Covid-19, Emak-Emak di Sampang Serbu Toko Emas

- Admin

Jumat, 22 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Menjelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, sejumlah toko perhiasan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ramai diserbu warga. Mereka rela berkerumun demi bisa membeli ataupun menjual emasnya untuk memenuhi kebutuhan lebaran di tengah pandemi virus Corona.

Pantauan suarabangsa.co.id, warga tampak rela berdesakan saat membeli perhiasan di tengah pandemi Corona atau Covid-19. Mereka berbondong-bondong datang demi berburu perhiasan yang sudah menjadi tradisi untuk lebaran.

Rohim, pelayan di salah satu toko emas di Sampang mengklaim, sejak beberapa hari ini masyarakat mulai. berbondong-bondong membeli emas untuk investasi.

Baca Juga:  Salut! Anggota Satlantas Polres Sampang Ini Bantu Dorong Pengendara Motor yang Habis Bensin

“Sejak 2-3 hari lalu penjualan emas mulai kembali meningkat hingga 30 persen. Kemungkinan hari ini akan meningkat lagi 50 persen sampai H-1 menjelang lebaran,” katanya, Jumat (22/05/2020).

Dirinya mengakui pandemi Covid-19 sangat memukul penjualan emas di beberapa bulan terakhir ini. Bahkan sebelumnya hanya sekitar 20 persen saja yang membeli emas, sedangkan 80 persennya menjual emas.

“Jangankan mau beli emas, investasi emas yang ada saja banyak dijual masyarakat karena tingginya keperluan dan turunnya omset pendapatan mereka sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Beredar Kabar Tim BNN Tangkap Pelaku Narkoba di Robatal Sampang

Menurutnya, berinvestasi pada emas memang menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. “Investasi ini dinilai lebih meyakinkan dari pada berinvestasi dibidang lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Lindawati mengatakan sengaja membeli emas untuk dipakai saat hari Lebaran. “Ya sekarang beli, dipakai Lebaran, nanti kalau uang habis bisa jual lagi,” ungkap Linda secara singkat.

Namun, tidak semua pembeli beralasan membeli perhiasan untuk dipakai saat lebaran. Ada pula yang hendak menjual karena sangat memerlukan uang.

Baca Juga:  Ibu dan Anak di Sampang Ucap Syahadat, Ungkap Sudah Lama Ingin Masuk Agama Islam

“Mau gimana lagi, kondisi ekonomi lagi sulit. Belum lagi sudah mau lebaran. Ya terpaksa jual yang ada mas,” kata Dewi, pembeli lainnya.

Dewi pun berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga masyarakat bisa kembali bekerja secara normal dan perekonomian dapat pulih kembali.

Berita Terkait

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan
Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal
Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP
Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB