SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Menjelang hari Raya Idul Fitri 1441 H, sejumlah toko perhiasan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ramai diserbu warga. Mereka rela berkerumun demi bisa membeli ataupun menjual emasnya untuk memenuhi kebutuhan lebaran di tengah pandemi virus Corona.
Pantauan suarabangsa.co.id, warga tampak rela berdesakan saat membeli perhiasan di tengah pandemi Corona atau Covid-19. Mereka berbondong-bondong datang demi berburu perhiasan yang sudah menjadi tradisi untuk lebaran.
Rohim, pelayan di salah satu toko emas di Sampang mengklaim, sejak beberapa hari ini masyarakat mulai. berbondong-bondong membeli emas untuk investasi.
“Sejak 2-3 hari lalu penjualan emas mulai kembali meningkat hingga 30 persen. Kemungkinan hari ini akan meningkat lagi 50 persen sampai H-1 menjelang lebaran,” katanya, Jumat (22/05/2020).
Dirinya mengakui pandemi Covid-19 sangat memukul penjualan emas di beberapa bulan terakhir ini. Bahkan sebelumnya hanya sekitar 20 persen saja yang membeli emas, sedangkan 80 persennya menjual emas.
“Jangankan mau beli emas, investasi emas yang ada saja banyak dijual masyarakat karena tingginya keperluan dan turunnya omset pendapatan mereka sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, berinvestasi pada emas memang menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. “Investasi ini dinilai lebih meyakinkan dari pada berinvestasi dibidang lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Lindawati mengatakan sengaja membeli emas untuk dipakai saat hari Lebaran. “Ya sekarang beli, dipakai Lebaran, nanti kalau uang habis bisa jual lagi,” ungkap Linda secara singkat.
Namun, tidak semua pembeli beralasan membeli perhiasan untuk dipakai saat lebaran. Ada pula yang hendak menjual karena sangat memerlukan uang.
“Mau gimana lagi, kondisi ekonomi lagi sulit. Belum lagi sudah mau lebaran. Ya terpaksa jual yang ada mas,” kata Dewi, pembeli lainnya.
Dewi pun berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga masyarakat bisa kembali bekerja secara normal dan perekonomian dapat pulih kembali.

















