SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembangunan KDKMP, Antara Bisnis atau Proyek?” yang bertempat di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Senin (3/08/2026).
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam acara FGD Pembangunan KDKMP ini, diantaranya dari pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, DPRD Sumenep dan PKDI Sumenep.
Namun forum tersebut menjadi sorotan karena ketidakhadiran perwakilan Kodim 0827/Sumenep yang dinilai memiliki peran penting dalam menjelaskan pembangunan KDKMP.
Beberapa peserta menyampaikan kekecewaan karena ketidak hadiran dari pihak Kodim. Menurut mereka, banyak pertanyaan teknis mengenai pelaksanaan pembangunan yang hanya bisa dijawab oleh pihak yang terlibat langsung.
“Pertanyaan kami tidak mungkin terjawab secara maksimal karena tidak ada perwakilan dari Kodim sebagai pihak yang mengetahui pelaksanaan pembangunan gerai KDKMP,” ujar salah satu peserta saat sesi diskusi.
Peserta lain menilai jawaban dari narasumber yang hadir cenderung terbatas pada aspek kebijakan, sehingga belum menyentuh persoalan teknis yang menjadi perhatian masyarakat.
Kodim Dijadwalkan Hadir tapi Berhalangan, Ketua AMOS, Junaidi, mengatakan Komandan Kodim 0827/Sumenep sebelumnya telah dijadwalkan menjadi narasumber. Namun Dandim berhalangan hadir karena memiliki agenda di Jakarta.
“Pihak Kodim semula menyampaikan akan mengirimkan perwakilan. Namun hingga kegiatan berlangsung, perwakilan yang dijadwalkan tidak hadir,” kata Junaidi.
Hal senada disampaikan Kasdim 0827/Sumenep, Mayor Cpl Suwandi, melalui pesan WhatsApp. Ia menyebut tidak dapat hadir karena undangan mendadak dan telah menugaskan staf untuk mewakili.
“Diwakili staf saya,” tulisnya singkat.
Namun ternyata, perwakilan dari Pihak Kodim 0827/Sumenep tidak kunjung hadir hingga acara FGD selesai.
Penulis : Arifin
Editor : Putri

















