Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani

- Admin

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh perusahaan rokok (PR) lokal memaksimalkan penyerapan tembakau hasil panen petani pada musim panen 2026. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas harga, memberikan kepastian pasar bagi petani, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di daerah.

Ketua PPR Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, menegaskan bahwa industri hasil tembakau tidak hanya berorientasi pada kebutuhan bahan baku, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi terhadap keberlangsungan hidup ribuan petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas tersebut.

“Tembakau merupakan salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Sumenep. Karena itu, perusahaan rokok perlu mengutamakan penyerapan hasil panen petani lokal sebelum mencari pasokan dari luar daerah,” ujar Syafwan Wahyudi, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:  Tanggapi Harga LPG Naik dan Langka: ini Kata Fandy Setya Laksamana

Pria yang akrab disapa Haji Udik itu menilai pembelian tembakau lokal akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Dana yang berputar dari transaksi hasil panen tidak hanya dinikmati petani, tetapi juga menggerakkan sektor perdagangan, jasa, hingga pelaku usaha kecil lainnya.

“Ketika perusahaan rokok membeli hasil panen petani Sumenep, manfaatnya dirasakan banyak pihak. Perputaran uang tetap berada di daerah sehingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” tegasnya.

Menurutnya, hubungan antara petani dan industri rokok merupakan satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Industri membutuhkan pasokan tembakau berkualitas secara berkelanjutan, sementara petani membutuhkan kepastian pasar agar usaha budidaya tetap memberikan keuntungan.

Atas dasar itu, PPR mendorong perusahaan rokok memperkuat komunikasi dengan petani maupun kelompok tani sejak awal musim tanam. Pola kemitraan tersebut dinilai penting agar petani memahami spesifikasi dan standar mutu yang dibutuhkan industri, sehingga hasil panen memiliki daya saing dan bernilai jual lebih tinggi.

Baca Juga:  Jadi Korban Tabrak Lari, Pengendara Sepeda Pancal Ini Tewas di TKP

Selain mendorong industri meningkatkan penyerapan, Haji Udik juga mengingatkan petani agar tidak tergesa-gesa memanen tembakau. Menurutnya, panen sebelum daun mencapai tingkat kematangan optimal akan menurunkan kualitas dan berpotensi memengaruhi harga jual di tingkat perusahaan.

“Tembakau yang dipanen pada waktu yang tepat memiliki mutu lebih baik dan nilai ekonominya juga lebih tinggi. Karena itu kami berharap petani tetap mengedepankan kualitas, bukan hanya mengejar panen lebih cepat,” katanya.

Ia optimistis, apabila kualitas tembakau terus dijaga dan penyerapan industri meningkat, posisi tawar petani akan semakin kuat di tengah dinamika pasar hasil tembakau.

Baca Juga:  Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Soroti Pencabutan HET Minyak Goreng

Lebih jauh, PPR juga mengajak Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pelaku industri, hingga instansi teknis terkait, guna menciptakan tata kelola sektor pertembakauan yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Menurut Haji Udik, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga reputasi tembakau Sumenep yang selama ini dikenal memiliki karakteristik dan kualitas tersendiri di pasar industri hasil tembakau nasional.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi fondasi penting agar tembakau Sumenep tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Penulis : Arif

Editor : Putri

Berita Terkait

Hadir di Wilbex 2026, National Hospital Buka Konsultasi Gratis Bagi Pengunjung
XPENG Perluas Pasar Mobil Listrik Pintar di Jawa Timur lewat GIIAS Surabaya 2026
GIIAS Surabaya 2026, BYD Perkenalkan M6 DM untuk Mobilitas Keluarga
GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan
BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta
VinFast Dorong Konsumen Tak Khawatir Beralih ke Mobil Listrik
GIIAS Surabaya 2026 Perluas Area Pameran, Hadirkan 37 Merek Kendaraan
Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB