BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dalam suasana hangat acara Halal Bihalal bersama insan pers yang digelar pada Jumat (03/04), Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dwi Wijayanto, S.T., menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergitas antara TNI dan media.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi komunikasi sekaligus memaparkan program-program pembangunan strategis di wilayah Bojonegoro tahun ini.
Letkol Inf Dwi Wijayanto menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para awak media mengenai kendala komunikasi, khususnya respons yang lambat (slow respon) melalui pesan singkat WhatsApp terkait program nasional yang dikerjakan pihak Kodim.
“Kami memohon maaf jika selama ini ada keterlambatan dalam menanggapi konfirmasi rekan-rekan media. Hal ini semata-mata karena padatnya intensitas program nasional yang tengah dikerjakan oleh jajaran Kodim 0813 Bojonegoro,” ungkapnya.
Sebagai perwira yang merupakan putra daerah asli Bojonegoro, Dandim menegaskan bahwa tahun ini pihaknya akan sangat fokus pada pembangunan infrastruktur kerakyatan.
Selain melanjutkan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Kodim 0813 menargetkan pembangunan jembatan di berbagai wilayah.
“Tahun ini kurang lebih ada sepuluh titik jembatan di Bojonegoro yang akan kita bangun sesuai dengan usulan masyarakat. Kami ingin memastikan aksesibilitas warga antar wilayah semakin lancar,” jelas Letkol Inf Dwi Wijayanto.
Selain infrastruktur jalan, masalah klasik kekurangan air bersih di Bojonegoro juga menjadi prioritas.
“Bojonegoro ini unik; musim hujan sulit duduk (banjir), musim kemarau kesulitan air bersih. Nanti kami akan berkonsentrasi pada peningkatan sarana air bersih,” tambah lelaki asli Bojonegoro tersebut.
Menanggapi isu ambruknya tiang teras KDMP, Dandim memberikan penjelasan transparan. Ia menyebutkan faktor force majeure serta teknis swakelola sebagai penyebabnya.
Mengingat program ini diserahkan ke desa setempat dengan sistem swakelola, terdapat dinamika pada kapasitas SDM di lapangan.
“Hal itu sudah kami evaluasi total. Saat ini sudah diperbaiki dan dipasang kembali penguat agar kejadian serupa tidak terulang. Karena ini proyek swakelola dan setiap SDM memiliki kemampuan yang berbeda-beda, maka evaluasi langsung kami lakukan dan pengerjaan sudah disempurnakan,kembali.” tegasnya.
Menutup pertemuan, Letkol Inf Dwi Wijayanto mengajak awak media untuk terus menjadi mitra strategis yang sinergis dalam mengawal pembangunan.
Sinergi antara TNI yang menjalankan program fisik dan media sebagai penyambung informasi publik diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat Bojonegoro.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















