BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Antusiasme luar biasa mewarnai gelaran Mini Job Fair Bojonegoro 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro.
Tercatat, sebanyak 992 pencari kerja memadati lokasi kegiatan untuk memperebutkan berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan terkemuka, pada Kamis 2/4/2026 “Job fair mini”
Mengusung slogan unik “Eventnya kecil-kecilan, kesempatannya besar-besaran”, ajang ini dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan secara langsung para pencari kerja dengan dunia usaha dan industri (DUDI).
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Mahmudi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja.
“Mini Job Fair ini kami selenggarakan untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia industri. Meski skalanya mini, peluang yang tersedia sangat besar,” ujar Mahmudi dalam keterangannya.
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor turut berpartisipasi dalam agenda ini. Sektor otomotif diwakili oleh PT Karya Zirang Utama (ISUZU) yang membuka posisi Branch Admin hingga Mekanik.
Di sektor finansial, PT Adira Dinamika Multi Finance dan PT Sejahtera Mitra Solusi menawarkan posisi mulai dari Relationship Officer hingga Collection Officer.
Tak ketinggalan, sektor industri manufaktur seperti PT 567 Sigaret dan PT Kusuma Mukti Remaja juga membuka lowongan masif untuk posisi operator produksi dan administrasi. Lowongan lainnya juga datang dari sektor jasa dan retail melalui CV Hokky 88 Group hingga BMT NU Temayang.
Edukasi Jaminan Perlindungan Kerja
Selain bursa kerja, kegiatan ini juga mengedepankan aspek perlindungan tenaga kerja.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja. Untuk menarik minat peserta, mereka membagikan berbagai doorprize bagi pelamar yang mampu menjawab pertanyaan seputar perlindungan kerja.
Mahmudi menambahkan, membludaknya jumlah peserta menjadi indikator bahwa kebutuhan lapangan kerja di Bojonegoro masih sangat tinggi. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan kerja.
“Tingginya partisipasi ini menjadi tanggung jawab kami untuk terus menghadirkan solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di Bojonegoro,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para pencari kerja tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menjadi tenaga kerja yang produktif dan memahami hak-hak perlindungan kerja mereka.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















