Sejumlah Warga Prigen Pasuruan dan Pegiat Lingkungan Menolak Pembangunan Wisata dan Real Estate

- Admin

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN, SUARABANGSA.co.id – Ribuan Warga Kecamatan Prigen dan Pegiat Lingkungan melakukan aksi demo menolak Pembangunan Wisata dan Real Estate oleh PT Stasionkota Sarana Permai di Hutan Prigen Pasuruan, pada Minggu 29/3/2026

Aksi massa dengan titik kumpul pertigaan Dung Biru Tretes berjalan sembari membentangkan spanduk penolakan alih fungsi hutan Tretes sembari orasi dan aksi teatrikal depan hotel Surya.

Hadi Sucipto koordinator aksi menegaskan tutuntan peserta aksi diantara ada tugas poin yang sangat penting.

“Tuntutan kami diantaranya pertama Tolak segala bentuk rencana pembangunan dan alih fungsi hutan Tretes. Hutan harus tetap jadi hutan oleh PT Stasionkota Sarana Permai, ke dua Bupati untuk mencabut izin PKKPR Ijin lingkungan (AMDAL) yang diajukan, revisi aturan RTRW terkait zona kuning kembalikan ke hijau, ke tiga Pansus DPRD Pasuruan jangan loyo, jangan masuk angin. Buat rekomendasi tegas kepada Bupati agar membatalkan segala perijinan milik PT. Stasion Kota Sarana Permai,,” terangnya.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Launching Aplikasi Traffic Attitude Record di Polres Tulungagung

Lebih lanjut diterangkan Hadi Sucipto bahwa alih fungsi hutan diatas pemukiman yang mana ada sekitar 9000 jiwa terancam rencana longsor bila hutan dialih fungsikan untuk bangunan.

“Rencana sekitar 23 hektar hutan dibabat habis dijadikan bangunan, nah yang dikuatirkan bakal terjadi bencana longsor korbannya pasti masyarakat dibawahnya ada ribuan nyawa yang terancam,” lanjutnya.

Sementara, Direktur Nasional Pegiat Lingkungan Lush Green Indonesia (LGI) sapaan akrab Iyan turut mendukung aksi penolakan alih fungsi lahan.

“Alih fungsi hutan yang untung pengusaha yang rugi masyarakat sekitar karena masuk kategori zona rawan bencana, apalagi daerah tersebut struktur geologis sangat mengandalkan pepohonan sebagai penyangga sumber mata air dan pencegahan erosi,” tuturnya.

Baca Juga:  Tolak Penundaan Pilkades di Sampang dengan Memakai Jas Ansor, Bakal Calon Kades Ini Ditegur Ketua PC Ansor

Masih penjelasan Iyan bahwa pihaknya akan mengirim tim kelokasi untuk melakukan mapping karena status tanah itu milik perhutani yang rencana dijadikan Real Estate dan tempat Pariwisata.

“Tadi perwakilan kami ikut aksi, dan sudah koordinasi dengan salah satu Koordinasi akti LGI siap membantu pastinya kami akan turun lagi bersama tim di wilayah Tretes, Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen apalagi itu bukan tanah pribadi melainkan tanah Perhutani, jangan sampai masyarakat jadi korban karena alam tidak lagi hijau,” paparnya.

Baca Juga:  Pemerintah Pusat Sambut Baik Terkait Dana Abadi Pendidikan di Bojonegoro

Selain itu, setelah ditelaah olehnya, ada dugaan terindikasi tindakan perbuatan melawan hukum, salahsatunya dengan mudah terbitnya izin PKKPR.

“Tanah perhutani dengan mudah bisa di dialih fungsikan bukan lagi pepohonan tapi berubah jadi beton, ribuan pohon pasti akan hilang, kalau kami berasumsi ada dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang (Gratifikasi, red) masuk kategori Tipikor dan kami bersama warga terdampak bisa melaporkan atau mengugat ke PTUN pemakzulan Izin atau gugatan PMH atau class action, pastinya LGI akan bergerak untuk warga Tretes,” tandasnya.

Penulis : Hari

Editor : Putri

Berita Terkait

Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Semarak Puncak HJB ke-349: Diwarnai Tari Kolosal Mliwis Putih dan Sayembara Balon Berhadiah Kambing
Api Abadi Jangan Padam! Setyo Wahono Patok Target Ekstrem Sebelum Masa Jabatan 2029 Habis
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB