Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

- Admin

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat paripurna di ruang sidang utama, Senin (5/10/2026).

Rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati Bojonegoro atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis.

​Rapat dipimpin oleh Umar Abdulloh selaku pimpinan dewan (red: DPRD) dan Sidang paripurna dihadiri 40 anggota DPRD Bojonegoro, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Bojonegoro.

​Lima Ranperda yang menjadi fokus pembahasan meliputi,
​Perubahan Kedua Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kepala Desa,
​Perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Musyawarah Desa,
​Ranperda Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Perlindungan Masyarakat.
​Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).
​Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Bojonegoro Tahun 2024–2044.

Baca Juga:  Dandim 0813 Bojonegoro Turun Langsung Temui Massa Ojol Sebelum Bergerak ke Disperinaker

​Dalam pidatonya, Bupati Setyo Wahono menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti masukan dari
1. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB).
2. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F-Gerindra).
3. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDI Perjuangan)
4. Fraksi Partai Golongan Karya (F-Golkar).
5. Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat).
6. Fraksi PAN Bintang Nurani Rakyat (F-PAN BNR) – Fraksi gabungan partai PAN, Hanura, PBB, dan NasDem.
7. Fraksi Persatuan Pembangunan Kesejahteraan Nasional (F-PPKN) – Fraksi gabungan partai PPP dan PKS.

​Poin respons pemerintah mencakup penguatan usaha mikro dan perluasan alokasi dana TJSP (respons untuk PKB), penegakan aturan secara adil dan edukatif (Gerindra), serta penyesuaian regulasi desa agar selaras dengan aturan di atasnya (PDI Perjuangan).

Baca Juga:  Unik Parah, Nama 7 Desa di Bojonegoro Seperti Nama Orang dan Nama Barang

Selain itu, pemerintah mendorong transformasi ekonomi dari sektor minyak dan gas bumi (migas) ke nonmigas melalui sembilan sektor industri unggulan (respons untuk Golkar, Demokrat, PAN, dan Persatuan Pembangunan Kesejahteraan Nasional).

​Setyo Wahono menilai kelima Ranperda tersebut merupakan instrumen krusial untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah berharap Pansus DPRD dapat segera mendalami rancangan ini agar siap disahkan menjadi regulasi yang tepat guna,” ujarnya.

Secara ​terpisah,Seusai rapat paripurna Bupati Setyo Wahono menyampaikan arah kebijakan RPIK Bojonegoro 2024–2044 yang berfokus pada penguatan agroindustri dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

​”Yang pertama, kita berusaha mengurangi ketergantungan pada migas. Yang kedua, kita meningkatkan agroindustri dan menghidupkan beberapa potensi lokal di Kabupaten Bojonegoro,” kata Setyo Wahono dalam wawancara cegat.

Baca Juga:  Perkuat Sinergitas Jelang Nataru 2025, Polres Bojonegoro Gelar Program PIRAMIDA Bersama Awak Media

​Ia menambahkan, pengembangan sektor industri tetap diselaraskan dengan tata ruang dan perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Dalam hal ini Pemkab Bojonegoro telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta dinas yang menangani pekerjaan umum dan tata ruang untuk meminimalkan potensi benturan antara regulasi pusat dan daerah dalam hilirisasi industrialisasi dan ketahanan pangan.

​”InsyaAllah, harapan kita ke depan adalah mengurangi benturan, terutama dengan regulasi ATR/BPN dan tata ruang terkait pertanian,” tuturnya.

​Pemerintah Daerah Bojonegoro juga tetap memperhitungkan kewajiban untuk menyediakan lahan baku sawah minimal 87 persen demi menjaga kedaulatan pangan wilayah.

“Walaupun kita juga mempunyai kewajiban menyediakan bahan baku sawah minimal 87 persen,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB