BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, menegaskan bahwa nyala Api Abadi memiliki makna simbolis agar semangat bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak pernah padam.
Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan dalam prosesi penyemayaman Api Abadi di Bojonegoro, Senin (19/10/2026).
“Api abadi ini tidak boleh padam. Kita diajak untuk mengenang sejarah dan perjuangan para pendahulu, serta melanjutkan estafet pembangunan yang telah dirintis,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Menurutnya, kobaran api tersebut menjadi pendorong bagi seluruh elemen daerah untuk terus melangkah maju, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono juga merefleksikan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati yang telah berjalan selama 1 tahun 8 bulan. Rentang waktu tersebut dinilai telah membuahkan berbagai capaian nyata bagi Kabupaten Bojonegoro.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin dengan baik. Bupati juga menekankan pentingnya memasang target tinggi demi kemajuan daerah.
“Mimpi kita harus tinggi. Dulu kami bercita-cita melampaui daerah tetangga seperti Ngawi di sektor pertanian, dan kini capaian kita melampaui target tersebut. Potensi kita harus didorong tinggi, seperti Indramayu yang menjadi lumbung pangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai program kerja yang berjalan telah mencatatkan peningkatan kinerja, mulai dari perluasan lahan pertanian, penurunan angka kemiskinan, hingga kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dan bupati juga menambahkan dengan Target “Kota Baru” dan Branding Layanan Kesehatan sebelum akhir masa jabatan pada 2029.
Lanjutnya,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan sejumlah program strategis berbasis perencanaan terpadu (masterplan).
Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kecamatan guna meratakan pembangunan.
“Kami ingin ada kota-kota baru di tiap kecamatan. Masterplan-nya sudah ada, semoga sebelum masa jabatan saya berakhir di 2029 rencana ini bisa terwujud,” tuturnya.
Imbuhnya,Selain sektor ekonomi dan pertanian, Pemkab Bojonegoro juga mendorong penguatan layanan kesehatan rujukan. Bupati Setyo Wahono juga bermimpi menjadikan rumah sakit daerah di Bojonegoro sebagai fasilitas kesehatan unggulan dan rujukan spesialis, seperti penanganan penyakit tulang hingga penyakit dalam.
“Mimpi saya, bagaimana rumah sakit kita menjadi rumah sakit unggulan dan rujukan. Misalnya orang sakit tulang atau paru-paru, bisa datang berobat ke Bojonegoro. Minimal branding ini kita bangun dan mulai dari sekarang,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara toleransi dan menjaga kondusivitas wilayah demi mewujudkan Bojonegoro yang berdaya saing.
Usai memberikan arahan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati Bojonegoro sebagai simbol rasa syukur dan komitmen pemerintah daerah untuk tetap dekat dan melayani masyarakat. Suasana tasyakuran berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Penulis : Takim
Editor : Putri


















