SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kerusakan jalan penghubung Kecamatan Manding dan Batuputih, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan. Ruas jalan yang melintasi Desa Giring, Desa Gadding, hingga Desa Batuputih Laok dilaporkan mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan tidak rata, yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan optimal.
Menjelang momentum Idul Fitri, kondisi tersebut dinilai semakin berisiko seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya bagi para pemudik dan aktivitas distribusi barang.
Ketua Komisariat PMII INKADHA, Moh Yahya Amrullah, menegaskan bahwa kerusakan pada jalur penghubung antar kecamatan itu tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
“Ini merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat setiap hari. Jika terus dibiarkan dalam kondisi rusak, tentu sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan dari sisi kenyamanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ekonomi bisa terhambat, mobilitas terganggu, dan yang paling krusial adalah meningkatnya risiko kecelakaan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam aspek perencanaan dan pengawasan infrastruktur yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh.
“Jika kerusakan ini terjadi dalam jangka waktu lama tanpa penanganan berarti, maka yang perlu dibenahi bukan hanya fisik jalannya, tetapi juga sistem perencanaan dan pengawasannya,” tambahnya.
Ia juga menyoroti belum terealisasinya rencana pelebaran jalan yang disebut masih terkendala persetujuan sebagian masyarakat, sehingga memperlambat upaya perbaikan yang seharusnya dapat segera dilakukan.
“Jika memang terdapat kendala dalam proses pelebaran jalan, maka harus ada langkah konkret untuk menyelesaikannya melalui pendekatan yang tepat kepada masyarakat. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sementara kondisi jalan semakin parah,” ujarnya.
PMII INKADHA mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan tersebut, baik melalui percepatan perbaikan maupun penyelesaian kendala di lapangan.
“PUTR harus hadir memberikan solusi nyata. Jangan sampai kendala yang ada terus menjadi alasan, sementara masyarakat terus dirugikan,” tegasnya.
Selain itu, PMII INKADHA mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama DPRD Kabupaten Sumenep untuk mengawal dan mempercepat penanganan jalan tersebut mengingat perannya yang strategis bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi, sehingga diperlukan sinergi antar pemangku kebijakan agar persoalan yang telah berlangsung lama ini tidak terus berlarut tanpa kepastian penyelesaian.
Ia juga menilai bahwa minimnya komunikasi antara pihak terkait dan masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan persoalan ini tidak kunjung terselesaikan.
“Harus ada keseriusan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, karena jalan ini menyangkut kepentingan banyak orang, bukan hanya kelompok tertentu,” pungkasnya.
Penulis : Arif
Editor : Putri

















