Olimpiade Matematika Ricuh, Polres Bojonegoro Tunggu Itikad Baik Saryta Management

- Admin

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Penyelenggaraan Olimpiade Matematika yang digelar oleh Saryta Management di Gedung Serba Guna Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu (7/12/2025), menyisakan persoalan serius.

Kegiatan yang diikuti sekitar 8.000 peserta tersebut berakhir ricuh dan diduga merugikan peserta serta orang tua akibat kekacauan teknis selama acara berlangsung.

Saryta Management yang dipimpin Ita Puspitasari disebut telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kegaduhan tersebut. Namun hingga kini, realisasi pengembalian uang pendaftaran masih terus ditunggu.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi membenarkan adanya permasalahan serius dalam penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, kekacauan bukan disebabkan wanprestasi, melainkan lemahnya manajemen dan penyampaian teknis oleh panitia.

“Sebenarnya mereka sudah punya jadwal dan konsep kegiatan. Tapi bukan wanprestasi, ada kesalahan dalam penyampaian. Mereka tidak mampu menyampaikan dan menjalankan acara sesuai rencana,” ujar Kapolres.

Baca Juga:  Beredar Isu, Polres Sampang OTT Dua Oknum LSM di Jalan Makboel

Ia menambahkan, saat kejadian berlangsung, sejumlah panitia tidak berada di lokasi, sehingga memicu kekacauan dan ketidakpuasan peserta serta orang tua.

“Panitia kita panggil untuk bertanggung jawab. Pada saat kejadian ada beberapa panitia yang tidak hadir, sehingga terjadi kesemrawutan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Kota Bojonegoro AKP Agus Elfauzi telah menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menempuh jalur hukum apabila Saryta Management tidak mengembalikan uang pendaftaran peserta.

Sikap tegas juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui Wakil Bupati Nurul Azizah, Pemkab memberikan batas waktu dua minggu kepada Saryta Management untuk menyelesaikan pengembalian dana peserta.

Baca Juga:  Dampak Gempa di Tuban, Warga Sampang Rasakan 2 Kali Guncangan

Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama unsur pemerintahan telah memanggil penyelenggara dan meminta pertanggungjawaban secara langsung.

“Kami dari unsur pemerintahan bersama Pak Bupati yang diwakili Ibu Wakil Bupati sudah memanggil mereka. Sudah ada kesepakatan, mereka berjanji siap mengembalikan. Sampai hari ini kami masih menunggu tindak lanjutnya,” jelas AKBP Afrian.

Terkait kemungkinan sanksi hukum atas kerugian yang dialami peserta, wali murid, lembaga pendidikan, serta dampak terhadap institusi Pemkab Bojonegoro, Kapolres menegaskan pihaknya masih menunggu itikad baik dari penyelenggara.

“Sampai saat ini masih kami tunggu. Apakah nanti akan ditindaklanjuti secara hukum sesuai aturan yang berlaku, mudah-mudahan ada jalan terbaik,” tambahnya.

Kapolres yang dikenal humanis itu juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam setiap kegiatan anak, serta memastikan bahwa penyelenggara lomba benar-benar kapabel dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Oklik Resmi Jadi Karya Dan Kerajinan Asli Bojonegoro

“Ini dampaknya ke dunia pendidikan, dan harus ada penanganan khusus,” ungkapnya.

Ia juga meminta wali murid lebih teliti dalam memilih ajang perlombaan bagi anak-anak, termasuk memastikan adanya kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Pemkab Bojonegoro.

“Orang tua wajib memastikan panitia penyelenggara bisa dipercaya, ada pendampingan dari awal sampai akhir, dan koordinasi dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Saryta Management melalui kuasa hukumnya belum memberikan tanggapan terkait data pengembalian dana peserta, meski telah dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp pribadi.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung
Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026
Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur
Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep
Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama
Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:31 WIB

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:50 WIB

Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:49 WIB

Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:29 WIB

Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:09 WIB

Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara

Jumat, 4 April 2025 - 11:01 WIB

Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

Kamis, 3 April 2025 - 15:46 WIB

Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?

Kamis, 3 April 2025 - 07:53 WIB

Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terbaru