BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pergantian tahun identik dengan hiburan bagi orang orang kota maupun di desa, setiap komunitas warga selalu membuat acara dengan caranya masing masing.
Seperti dalam pantauan awak Media Suara, Warga Desa Tanjungharjo Bojonegoro dengan mengelar tikar dan di bawah lampu penerangan, dengan tungku perapian membuat acara perayaan sederhana dengan ala kadarnya, ada jagung, ada sate ayam, sate pentol dan nampak anak kecil gembira menunggu pergantian tahun.
Ibu ibu saling bergantian memberikan pentol pentol dan sosis yang ditusuk tusuk dengan tusuk sate, yang bapak bapak membuat api dan memangang sate pentol, sate sosis sampai jangung.
“Kita rayakan pergantian tahun di cafe juga bayar dan mahal, menu kadang bisa kita beli di pasar, ini dengan murah meriah bisa rasakan bersama keluarga dan family, sambil kita nunggu detik detik pergantian tahun,” ujar Akim warga RT 8/RW 02 Desa Tanjungharjo.
Hal sama juga disampaikan Munari, dari pada ke kota bisa menimbulkan kerawanan macet, juga berisiko Kamtibmas, tapi dirumah lebih hemat juga menambah kerukunan keluarga.
“Sekarang desa sudah rame, lampu jalan sudah terang, jalan juga sudah bagus suasana sudah seperti dikota, kenapa harus ke kota, malam tahun baru biasanya penuh penuh resiko, mending dirayakan di rumah saja,” tuturnya.
Dalam pantauan awak media tiap warga makin malam rame dan saling bercanda dihalaman rumah, cuaca hari ini pun agak cerah meski seharian agak mendung dan gerimis.

















