SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Ajang lari Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang dipusatkan di kawasan Balai Kota Surabaya, Sabtu (4/10/2026), diikuti hampir 11.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, merek minuman isotonik produksi WINGS Food, ISOPLUS, menghadirkan kategori yang lebih lengkap, mulai dari Full Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21K, 10K, 5K, hingga Kids Dash.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang tercatat sekitar 9.000 peserta. Data panitia mencatat komposisi peserta terdiri dari 61,35 persen laki-laki dan 38,65 persen perempuan. Sebanyak 61,11 persen peserta berasal dari Surabaya, sedangkan 38,89 persen merupakan pelari dari luar kota.
Sumbang PDRB Rp41,47 Miliar
Tingginya partisipasi pelari luar daerah turut mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga, Atik Purmiyati, mengatakan, hasil kajiannya mengestimasi kontribusi acara ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya mencapai Rp 41,47 miliar.
“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap PDRB Kota Surabaya sebesar Rp 41,47 miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja,” ujar Atik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi penyelenggaraan ajang tersebut. Menurut dia, Surabaya ISOPLUS Marathon menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya, ini adalah salah satu marathon yang ada di Surabaya, yang menimbulkan efek ekonomi dengan menaikkan PAD Kota Surabaya,” kata Eri.
“Perputaran ekonomi yang dihasilkan sangat berdampak nyata, tidak hanya menghidupkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal,” imbuhnya.
Persiapan 21 Minggu dan Pemantauan Cuaca Berbasis WBGT
Panitia menyiapkan program pendampingan komprehensif 21 Weeks Training yang dapat diakses melalui akun Instagram @isoplus7ion. Program tersebut tidak hanya berisi menu latihan fisik terstruktur, tetapi juga edukasi nutrisi dan strategi hidrasi.
Head of Ready to Drink Beverages WINGS Food, Joshua Gunawan, mengatakan program tersebut dirancang untuk menekan risiko cedera dan menciptakan pengalaman lari yang menyenangkan.
“ISOPLUS tidak hanya hadir mendampingi peserta saat perlombaan, tetapi melangkah bersama para pelari sejak awal masa persiapan melalui edukasi fisik, nutrisi, dan kecukupan cairan yang menyeluruh. Kami menggandeng professional running coach serta sports nutritionist,” ujar Joshua.
Untuk aspek keselamatan, penyelenggara menerapkan pemantauan cuaca berbasis Wet Bulb Global Temperature (WBGT) yang diinformasikan melalui media sosial dan weather flag di race central.
Saat flag off kategori Marathon pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Pada flag off Half Marathon pukul 04.30 WIB, suhu turun menjadi 23,1 derajat celsius. Kondisi serupa terjadi saat flag off 10K pukul 05.00 WIB dan 5K pukul 05.20 WIB.
Lomba Dihentikan saat WBGT Tembus 48 Derajat
Kondisi cuaca berubah drastis menjelang siang. Race Director ISOPLUS Run Series 2026, Safrita Aryana, memutuskan menghentikan lomba pada pukul 08.25 WIB demi keselamatan peserta.
“Kecepatan angin rata-rata 5 km/jam dan kelembapan antara 70-84 persen, dan kualitas udara ada di antara 95-103, tetapi menuju siang turun menjadi 73, itu bagus banget. Tetapi alam punya catatan sendiri untuk kita, pada pukul 08.25, WBGT menunjukkan suhu antara mulai pukul 08.00 di 33-36 derajat celsius, apabila kita merujuk pada peraturan World Athletic, 33 derajat lomba lari harus dihentikan,” kata Safrita.
“Kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42-44 derajat celsius bahkan sampai ke 48 derajat celsius. Sehingga saya berkoordinasi dengan Running Doctors dan Koordinator Medis, untuk keselamatan semuanya maka lomba kami hentikan,” lanjutnya.
Panitia kemudian melakukan evakuasi. Pelari yang masih di lintasan dipersilakan melanjutkan dengan berjalan kaki, bukan berlari. Fasilitas water station tetap disediakan. Seluruh pelari yang dievakuasi tetap dicatat sebagai finisher dan berhak mendapatkan medali serta jaket finisher.
Penulis : Muji
Editor : Putri

















