GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan

- Admin

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga 2026, pangsa pasar gabungan mobil hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) telah mencapai 27,3 persen dari total pasar otomotif nasional.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 18,6 persen.

Hal itu disampaikan Faisol saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (26/8/2026).

Faisol mengatakan, sepanjang Januari hingga Juli 2026, penjualan mobil hybrid mencapai sekitar 50.000 unit atau tumbuh 43,6 persen secara tahunan. Sementara penjualan BEV mencapai 83.000 unit, meningkat 88,6 persen.

“Gabungan pangsa pasar hybrid dan BEV kini telah menyentuh 27,3 persen dari total pasar, naik dari 18,6 persen tahun lalu,” ujar Faisol dalam sambutannya.

Menurut dia, pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan tersebut tidak terlepas dari keberlanjutan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Hingga saat ini, program LCEV telah diikuti 18 perusahaan dengan komitmen investasi mencapai Rp 30,67 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi investasi tercatat Rp 5,73 triliun.

Program tersebut juga telah melibatkan 322 perusahaan pemasok komponen dalam negeri atau meningkat 127 persen dibandingkan 2021.

Penjualan mobil tumbuh

Di sisi lain, kinerja industri otomotif nasional sepanjang 2026 juga menunjukkan tren positif.

Baca Juga:  Jelang Bulan Ramadhan, Kapolres Bojonegoro Silaturahmi Dengan Da’i Kamtibmas - Pendeta Kamtibmas

Penjualan domestik pada Januari-Juli 2026 tercatat 517.000 unit secara wholesales atau tumbuh 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun penjualan ritel mencapai 511.000 unit atau tumbuh 12,3 persen.

Khusus Juli 2026, penjualan kendaraan mencapai 81.000 unit atau melonjak 33,3 persen secara tahunan.

Dengan perkembangan tersebut, Faisol optimistis penjualan kendaraan domestik hingga akhir tahun dapat melampaui 850.000 unit dan mendekati angka psikologis 1 juta unit.

“Harapannya, ini sekaligus mengembalikan posisi Indonesia sebagai pasar nomor satu di kawasan ASEAN,” kata dia.

Dari sisi ekspor, kinerja industri otomotif juga masih mencatat pertumbuhan. Ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) pada Januari-Juli 2026 mencapai 293.000 unit atau tumbuh 3,5 persen.

Sementara ekspor Completely Knocked Down (CKD) meningkat 36,5 persen menjadi sekitar 48.000 set. Ekspor komponen juga naik 44,8 persen hingga mencapai lebih dari 112 juta komponen.

Sebaliknya, impor kendaraan utuh (CBU) turun tajam 46,7 persen.

Faisol menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari pasar kendaraan menjadi basis produksi otomotif di kawasan.

“Indonesia bertransformasi dari sekadar pasar menjadi basis produksi otomotif regional,” ujarnya.

Jawa Timur pasar penting

Faisol juga menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam industri otomotif nasional. Provinsi tersebut secara konsisten berada di peringkat ketiga nasional berdasarkan pangsa penjualan kendaraan, dengan kontribusi sekitar 9,1 persen hingga 9,7 persen.

Baca Juga:  Ikuti HDI Lewat Virtual, Ini Pesan Bupati Bojonegoro

Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika mengatakan, Surabaya selama satu dekade terakhir menjadi salah satu kota penting dalam penyelenggaraan GIIAS.

Menurut Putu, GIIAS Surabaya menjadi sarana bagi industri untuk memperkenalkan perkembangan teknologi dan produk otomotif terbaru kepada masyarakat Jawa Timur.

“Jawa Timur secara konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan menyumbangkan 9,1 persen dari total penjualan nasional,” ujar Putu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 23 Februari 2026, Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah mobil penumpang terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 5,58 juta unit.

GIIAS Surabaya 2026 sendiri mencatat penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah pameran tersebut.

Dengan penambahan satu hall baru di Grand City Convex, luas area pameran tahun ini mencapai 15.000 meter persegi.

Selain itu, sebanyak 37 merek kendaraan bermotor ikut berpartisipasi, mencakup kendaraan penumpang, kendaraan komersial hingga sepeda motor. Pameran juga didukung 25 merek dari industri pendukung otomotif.

“Hal yang juga sangat membanggakan dan menjadi bukti kuatnya daya tarik pasar Jawa Timur adalah hadirnya 14 merek baru serta merek-merek yang kembali bergabung di GIIAS Surabaya tahun ini,” kata Putu.

Dorong industri otomotif Jatim

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Iwan mengatakan, perkembangan industri otomotif berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Belum Dapat Diakses Publik, Ini Rincian Anggaran Penanganan Covid-19 di Sumenep yang Mencapai 95,8 Miliar

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 4,98 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang tiga sektor utama, yakni industri manufaktur dengan kontribusi 31,27 persen, perdagangan 18,49 persen, dan pertanian 10,87 persen.

Kinerja perdagangan internasional sektor otomotif Jawa Timur juga menunjukkan tren positif.

Pada 2023, nilai ekspor industri otomotif Jawa Timur tercatat 447,17 juta dollar AS. Nilai tersebut kemudian mencapai 442,25 juta dollar AS pada 2024 dan meningkat menjadi 510,22 juta dollar AS pada 2025.

Jepang, Amerika Serikat, dan Timor Leste menjadi sejumlah negara tujuan utama ekspor produk otomotif Jawa Timur.

Iwan mengatakan, neraca perdagangan produk otomotif Jawa Timur juga masih mencatat surplus karena nilai impor berada jauh di bawah ekspor.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan Jawa Timur memiliki potensi untuk menjadi basis manufaktur otomotif yang kuat dan berdaya saing.

Meski demikian, industri otomotif masih menghadapi tantangan, baik di pasar domestik maupun global. Karena itu, penguatan industri perlu dilakukan melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penguatan rantai pasok, penguasaan teknologi industri masa depan, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Melalui ajang GIIAS Surabaya 2026 ini, kami berharap para pelaku industri dapat saling berkolaborasi, berinovasi, dan melahirkan value engineering baru guna meningkatkan nilai tambah produk otomotif nasional,” kata Iwan.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta
VinFast Dorong Konsumen Tak Khawatir Beralih ke Mobil Listrik
GIIAS Surabaya 2026 Perluas Area Pameran, Hadirkan 37 Merek Kendaraan
Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro
VinFast Perluas Layanan Purnajual, Jaringan Servis Tembus 100 Outlet
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun
Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:01 WIB

GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:13 WIB

BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:04 WIB

GIIAS Surabaya 2026 Perluas Area Pameran, Hadirkan 37 Merek Kendaraan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:04 WIB

VinFast Perluas Layanan Purnajual, Jaringan Servis Tembus 100 Outlet

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:58 WIB

Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar

Berita Terbaru