Anggaran Jumbo Program Gayatri Disorot, DPRD Bojonegoro Desak Evaluasi Total untuk 2026

- Admin

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) yang menjadi tumpuan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam pengentasan kemiskinan terus menjadi pusat perhatian. Hari Senin 4/5/2026 Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Dalam rapat Dengar pendapat (RDP) evaluasi Program Gayatri bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dan dinas perdagangan dan koperasi Usaha mikro,serta Komisi B DPRD Bojonegoro di ruang komisi B.

Dalam RDP ini komisi B menyoroti efektivitas penggunaan anggaran yang mencapai angka fantastis di tahun anggaran 2025 .

Program Gayatri didanai melalui skema gotong royong yang meliputi APBD, Corporate Social Responsibility (CSR), serta kewajiban 10% dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Pada perubahan APBD (P-APBD) 2025, anggaran yang dialokasikan berada di kisaran Rp86,7 miliar hingga Rp95,2 miliar. Sementara itu, untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp74 miliar guna memastikan keberlanjutan program bagi ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Anggota Komisi B, Doni Bayu Setyawan.
Menjelaskan, rasio tenaga pendamping yang saat ini hanya satu orang per kecamatan dinilai tidak memadai untuk mengawal ribuan titik kandang.
Dan dengan biaya pakan yang mahal akan berdampak pada penurunan produksi,dan KPM merasa terbebani.

Baca Juga:  Truk Tangki Air Seruduk Tractor Head

“Yang disampaikan ibu,hanya manis-manisnya saja,tapi tidak paham kondisi dilapangan,biaya pakan yang mahal,tidak ada pendamping,mereka juga bingung saat akan menjual telurnya, yang ibu sampaikan tadi yang manis-manis saja”ungkap Doni.

Sekretaris Disnakkan Bojonegoro, Elfia Nuraini, S.Pt, MP, menjelaskan bahwa program ini ditargetkan menyasar 5.400 KPM pada akhir 2025.
Hingga saat ini, sekitar 4.400 KPM telah menerima manfaat berupa distribusi kandang dan paket pakan awal.

“Realisasi di lapangan menunjukkan tren positif. Beberapa desa sudah mulai memanen telur secara rutin. Program ini juga berhasil mendongkrak produksi telur lokal hingga 40 persen, sehingga ketergantungan kita pada pasokan luar daerah seperti Blitar mulai berkurang signifikan,” papar Elfia.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi peternak, Disnakkan mengarahkan hasil panen untuk menyuplai ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Besok, Satgas Covid-19 Sampang Pastikan Panggil Mantan Kades Sejati Camplong

Menjawab keluhan biaya pakan, pihak dinas Peternakan sedang mengusulkan terobosan berupa bantuan mesin pencacah jagung bagi KPM,kepada agrinas.

Inovasi ini bertujuan agar peternak dapat melakukan mixing pakan secara mandiri dengan bahan baku lokal, sehingga margin keuntungan peternak bisa tetap terjaga.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar investasi besar ini tidak sia-sia. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah beban biaya pakan pasca-subsidi di tengah resesi global.

“Kami tidak ingin program yang niatnya memberikan tambahan pendapatan bagi warga justru menjadi beban karena hasil penjualan telur tidak seimbang dengan biaya pakan,” ujar

Secara terpisah lewat ponselnya,Lasuri menjelaskan anggaran yang diberikan untuk Gayatri ini besar,karena dari beberapa anggaran dan lini.
Dengan hal begitu agar tepat sasaran dan mengurangi kemiskinan di Bojonegoro,dan ada rencana komisi B akan lakukan sidak ke beberapa tempat,dari wilayah timur,wilayah tengah dan wilayah barat.

“Harapan kita, Gayatri menjadi sistem yang kuat. Dengan anggaran yang bersumber dari berbagai lini termasuk Anggaran Dana Desa(ADD),APBD,serta CSR,kurang lebih 89 M di 2025” terangnya.

Baca Juga:  Debat Publik KPU Bojonegoro Ricuh, Pasangan Calon Bupati 01 Geram, 02 Bersholawat di Panggung

Imbuh Lasuri menekan kan juga harus ada pendampingan dari dinas peternakan,kalau tidak ada pendamping dari dinas peternakan, program ini tidak menjadi mantap,

“Sedangkan KDMP saja ada menejer dan SPPI,MBG ada SPPG,jadi kita harapkan ada evaluasi dan kedapan harus ada pendamping yang benar-benar paham dengan peternakan,petani kalau tidak didampingi dengan ahlinya bagaimana bisa produksi dengan baik” ungkapnya.

Disingung terkait Doble accunting di jalur pipa (CSR) apakah komisi B menemukan hal tersebut,
Hal tersebut disangah oleh lasuri ,sejauh ini belum sampai disitu,dan saat ini sebatas evaluasi terkait Pakan pasca dua bulan (red:Subsidi) serta mencarikan solusi agar peternak tidak kesulitan pakan sebelum produksi dan agar ada pendamping program gayatri,supaya bantuan untuk desil 1 sampai desil 5 tersebut tepat sasaran,KPM tidak gagal berproduksi.

“Kita belum sampai disitu,kalau memang ada data silahkan sampaikan pada kami,akan kita croscek dan kita sampaikan pada dinas terkait,” pungkas Lasuri.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Sah! AKBP Yenni Diarty Pimpin Polres Bojonegoro, Awali Tugas dengan ‘Kulo Nuwun’
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal
Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro
Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:23 WIB

Sah! AKBP Yenni Diarty Pimpin Polres Bojonegoro, Awali Tugas dengan ‘Kulo Nuwun’

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:48 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:46 WIB

Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:03 WIB

Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:21 WIB

Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:35 WIB

Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:15 WIB

Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:12 WIB

Sepi Job di Bulan Suro, Biduan Asal Kapas Bojonegoro Banting Setir Jualan Rujak lewat Live TikTok

Berita Terbaru