BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro memperkuat sinergi bersama insan media, guna mengawal penuntasan program strategis di akhir tahun 2025.
Dalam kegiatan silaturahmi yang digelar di Makodim 0813 pada Rabu (24/12/2025), Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya kini telah menyentuh angka 80 persen.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi profesi jurnalis, termasuk pengurus baru PWI Bojonegoro yang baru saja dilantik, serta perwakilan JMSI dan SMSI dan PJI.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai peran media dalam menjaga kondusivitas wilayah menjelang pergantian tahun dan peluncuran besar program nasional di tahun 2026.
Pembangunan Berbasis Kerakyatan
Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menjelaskan bahwa Bojonegoro saat ini menjadi daerah dengan jumlah KDKMP terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 312 koperasi.
Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghidupkan ekosistem ekonomi desa.
“Prinsipnya adalah padat karya. Kami melibatkan masyarakat dan kontraktor lokal agar perputaran ekonomi tetap di desa. Saat ini progres sudah 80 persen, dan kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mengatasi kendala anggaran di beberapa titik desa,” ujar Dandim asli Bojonegoro tersebut.
Lanjutnya, Pengawalan Ketat TNI
TNI melalui personel Babinsa melakukan pengawalan ketat pada setiap tahapan KDKMP untuk memastikan terkait Kualitas Pekerjaan, Menjamin spesifikasi bangunan sesuai standar.
“Transparansi, Mencegah adanya motif profit komersial berlebihan dari pihak ketiga.Menjamin Ketahanan Pangan, Mendorong koperasi menjadi penyerap hasil panen petani lokal guna memutus rantai tengkulak.”ungkapnya.
Hal tersebut di Apresiasi oleh Insan Pers,Ketua PWI Bojonegoro Sasmito Anggoro, SH, memberikan apresiasi atas keterbukaan informasi dari pihak Kodim.
Ia juga menyoroti peran ganda Babinsa yang di akhir tahun 2025 ini sangat aktif dalam program ketahanan pangan dan pengamanan Natal serta Tahun Baru (Nataru).
“Kami melihat Babinsa tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi motor penggerak di sawah-sawah petani. Sinergi ini penting agar capaian pembangunan yang sudah 80 persen ini bisa terpublikasi dengan baik dan dipahami manfaatnya oleh warga,” kata Sasmito.
Catatan isu Akhir tahun 2025 Suara bangsa.com.
Selain Isu KDKMP, beberapa poin yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut meliputi,
Isu Kesiapan Nataru,Pengamanan gereja dan objek vital bersama Polres Bojonegoro.
Isu Mitigasi Bencana, Antisipasi dampak hidrometeorologi (banjir dan angin kencang) di wilayah bantaran Bengawan Solo.
Dan Persiapan 2026,Rencana peluncuran KDKMP secara nasional yang diproyeksikan akan dihadiri oleh Presiden RI.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















