Nyawa Warga Sarirejo Bojonegoro Terancam, Penanganan Longsor Bengawan Solo Tersandera Administrasi, Pemkab belum ada Solusi

- Admin

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ironi kemanusiaan terjadi di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen. Sebanyak tujuh rumah warga kini berada di bibir jurang abrasi yang kian kritis. Namun, di tengah ancaman longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu, upaya penyelamatan fisik justru lumpuh total akibat persoalan dokumen administratif yang tak kunjung tuntas di tingkat dinas.

Kondisi di RT 12/RW 03 Desa Sarirejo saat ini sangat memprihatinkan. Fluktuasi debit air Bengawan Solo terus menggerus tanah, memperlebar retakan yang kini hampir menyentuh fondasi rumah warga. Jika debit air melonjak, tujuh rumah tersebut dipastikan amblas ke dasar sungai.

Baca Juga:  KDKMP Desa Ngraseh Bojonegoro jadi pelopor Nasional, begini Harapan Presiden Prabowo yang disampaikan Wamen Koperasi

Kepala Desa Sarirejo, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia menyebut pihak desa telah berulang kali mengajukan pembangunan pelindung tebing melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro.

“Sudah diajukan berkali-kali karena memang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” tegas Arif kepada media.

Dari penelusuran Awak media Suara bangsa,di kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, terungkap fakta mengejutkan.

Kendala utama macetnya pembangunan bukan pada ketersediaan anggaran, melainkan pada ketidakmampuan Dinas PU SDA Bojonegoro untuk melengkapi dokumen teknis yang dipersyaratkan.

BBWS Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan dilaporkan sedang berada di luar kota.

Baca Juga:  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Polresta Denpasar Nonton Bareng KKN di Desa Penari

Ketidakhadiran otoritas terkait di tengah situasi darurat ini menambah panjang daftar tanya mengenai komitmen Pemkab Bojonegoro dalam penanggulangan bencana daerah.

“Rekomendasi teknis (Rekomtek) belum bisa diterbitkan karena dokumen yang diajukan belum lengkap,” ujar salah satu staf BBWS,

Berita sebelum nya Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, memberikan kritik pedas terhadap kelambanan ini.
Ia menegaskan bahwa urusan kertas tidak boleh lebih berharga daripada nyawa manusia.

“Tujuh rumah itu bukan angka kecil. Itu nyawa dan tempat tinggal warga. Jangan sampai kita terlambat hanya karena dokumen belum selesai. Jika kendalanya di dokumen, ya harus segera dilengkapi. Jangan sampai warga jadi korban karena lambatnya administrasi,” tegas Sally.

Baca Juga:  Kekisruhan Olimpiade Matematika di Bojonegoro, Pemkab Ambil Tindakan

Sampai berita ini ungah Dinas Terkait (Red:Pengampu kebencanaan) Masih bungkam belum ada perencanaan nasib 7 rumah yang hampir tergerus Bengawan.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro,sampai kepala dinas berganti beberapa kali belum ada arah pemerintah kabupaten belum ada arah penanganan untuk menyelematkan warga yang terancam oleh alam tersebut.

Catatan Redaksi: Hal ini menunjukkan adanya ketidaksingkronan koordinasi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.

Kini, tujuh keluarga di Sarirejo hanya bisa bertaruh dengan alam. Mereka menunggu, apakah dokumen administratif itu akan selesai lebih dulu, ataukah rumah mereka yang lebih dulu terseret arus Bengawan Solo.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan
Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo
Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim
Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah
Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi
PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh
Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026
SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru