BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Sabtu siang (10/1) yang tenang di Desa Tumbrasanom berubah menjadi duka. AHB, seorang remaja berusia 13 tahun asal Desa Kedungadem, Bojonegoro menghembuskan napas terakhirnya setelah tenggelam di embung desa setempat.
Tragedi ini menjadi luka mendalam bagi keluarga, sekaligus alarm keras bagi kita semua tentang bahaya tersembunyi di balik perairan terbuka.
Niat hati ingin menghalau panas dengan berenang bersama dua temannya, AHB tak menyangka sore itu akan menjadi aktivitas terakhirnya.
Sekitar pukul 14.10 WIB, saat sedang asyik bermain air, AHB diduga mengalami kelelahan hebat.
Dalam hitungan detik, tubuhnya menghilang dari permukaan air, Panik melihat temannya tak kunjung muncul, kedua rekan korban berteriak histeris meminta tolong.
Warga yang mendengar teriakan itu langsung berhamburan menuju embung dan melakukan pencarian manual.
Setelah 20 menit yang mencekam, tepat pukul 14.30 WIB, tubuh remaja malang tersebut ditemukan di dasar embung, namun takdir berkata lain ia sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Langkah Nyata Setelah Tragedi,
Tim BPBD Bojonegoro yang tiba di lokasi sore itu tidak hanya melakukan asesmen, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan bantuan sembako kepada keluarga korban. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian di tengah duka yang menghimpit.
Kini, jenazah AHB telah dimakamkan. Namun, pesan dari tragedi ini Jangan biarkan anak-anak kita mendekati perairan terbuka tanpa pengawasan.
Kehilangan anak adalah duka yang tak terperikan. Mari kita jaga buah hati kita lebih ketat lagi. Jangan biarkan keceriaan bermain mereka berakhir di tempat yang salah.
“Keselamatan anak adalah investasi waktu kita. Pastikan mereka tetap dalam jangkauan pandangan,” pesan anggota BPBD Bojonegoro.
Catatan Redaksi:Embung Bukan Kolam Renang, Secara visual, air embung mungkin terlihat tenang, namun dasarnya seringkali berlumpur dan kedalamannya tidak merata. Lumpur ini bisa menjebak kaki perenang yang sudah kelelahan.
Fisik Anak yang Terbatas, Anak-anak seringkali tidak sadar ketika tubuh mereka sudah mencapai batas lelah. Saat kelelahan di air dalam, otot bisa mengalami kram mendadak yang memicu kepanikan.
Pentingnya Pengawasan di Waktu Luang,Saat libur sekolah atau waktu luang, anak-anak cenderung mencari petualangan di luar rumah. Tanpa pengawasan orang dewasa, rasa ingin tahu mereka bisa membawa mereka ke lokasi yang berisiko tinggi.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















