Ribuan Santri dan Pengurus NU Pulau Mandangin Sampang Tumplek Blek Peringati 1 Muharram

- Admin

Minggu, 7 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pengurus NU dan ribuan santri Madrasah Diniyah (MD) se-Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura menggelar acara Kirab Santri, pada Minggu (07/07/2024). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah.

Berdasarkan pantauan kontributor suarabangsa.co.id, dengan diiringi musik tradisional gendrang dan dihiasi aksesoris NU serta ke-Indonesiaan, kirab berlangsung start dari ujung timur menuju ujung barat desa setempat.

Kegiatan kirab Santri tahun ini, selain diikuti ribuan santri tingkat MD se Mandangin, juga dihadiri seluruh pengurus NU, para pelaku seni, pemuda serta masyarakat lokal yang memadati sepanjang jalan.

Kegiatan tersebut dibuka dengan pembacaan surat Alfatihah dan ditandai pemotongan pita oleh Ketua Tanfidziyah MCW NU ustadz Nusyur Jauhari didampingi wakil Rois Syuriah MWC NU KH Abdul Adzim Umar, jajaran MWC NU, lembaga serta Banom NU se-Pulau Mandangin.

Ketua Tanfidziyah MCW NU, Ustadz Nusyur Jauhari mengatakan, dalam menyambut 1 Muharram 1446 H tahun ini mengambil tema mengembalikan santri pada kesantriannya, alasannya agar masyarakat tetap mengingat tahun baru Hijriah.

Baca Juga:  Carut-marut Pembagian BPUM di BNI Cabang Sampang, Pungutan Liar hingga Kerumunan

“Kegiatan menyambut 1 Muharram ini adalah tradisi warga NU di pulau mandangin,” ujar ustadz Nusyur.

Melalui kegiatan kirab santri, kata dia, pihaknya ingin memupuk kebersamaan antar pengurus NU, Madrasah Diniyah se-pulau mandangin, para pelaku seni serta masyarakat lokal.

“Dengan acara kirab santri ini, kita akan lebih kuat dalam ukhuwah nahdliyah maupun ukhuwah islamiyah,” tuturnya lagi.

Ditambahkannya, melalui kirab santri tersebut juga diharapkan masyarakat ikut serta memiliki NU yang ada di pulau mandangin, Kecamatan Sampang ini.

“NU adalah kita, kita adalah NU,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pekan Muharram 1446 H dan santunan anak yatim, Mahbub Ustman menyampaikan, sebanyak 13 lembaga pendidikan tingkat Madrasah Diniyah ikut serta meramaikan.

Baca Juga:  Setelah Seruduk Pria 23 Tahun, Dua Wanita Cantik Ini Terkapar di Jalan Raya

“Selain itu, para komunitas pelaku seni genderang juga ikut berpartisipasi. Alhamdullah, acara berjalan lancar, bisa dikatakan sukses berkat kebersamaan antar pengurus NU se-Pulau Mandangin dan juga masyarakat,” kata Mahbub.

Dikatakan Mahbub, alasan melibatkan pelaku seni tradisional musik gendrang lantaran merupakan musik seni hiburan satu-satunya yang ada di desa setempat, agar tetap dilestarikan dan menjadi hiburan warga lokal saat hari-hari besar.

“Biasanya gendrang ini dimainkan untuk membangunkan warga sahur di bulan ramadhan, tetapi kami mencoba untuk memainkan saat hari-hari besar islam, untuk menghibur masyarakat,” terang Mahbub.

Sedangkan, kata Mahbub keterlibatan santri Madrasah Diniyah tujuannya untuk selalu mengingat bahwa setiap tahunnya ada momen tahun bahu islam Hijriah, yang perlu dirayakan bersama.

“Nilai ke NU-an dan ke-Islaman terus kita pupuk untuk generasi muda, sehingga rasa memiliki bersama terus dibangun hingga hari tua,” imbuh Mahbub.

Baca Juga:  Ingin Ada Efisiensi dan Efektivitas, Pemkab Sampang Genjot Perampingan Struktur Pemerintah

Ditempat terpisah, Abd Rohim warga setempat merasa antusias, adanya kegiatan menyambut datangnya satu Muharram 1446 H tahun ini.

“Kegiatan ini bagus, masyarakat mandangin kembali dihibur dengan acara bernilai lokal dan agamis, apalagi melestarikan tradisi santri, dimana mandangin dikenal dengan pulau santri,” ujar Rohim.

Warga kepulauan itu berharap, semoga dengan digelarnya pekan Muharram tahun ini berjalan lancar dan bisa bermanfaat untuk masyarakat setempat.

“Semoga lancar dan dapat menghibur, serta menebarkan nilai-nilai ke NU-an untuk masyarakat kepulauan,” kata Rohim memungkasi.

Berikut jadwal dan kegiatan peringatan pekan Muharram 1446 Hijriah dan santunan anak yatim NU Mandangin :

  1. Ahad, 7 Juli 2024.
    Kirab Santri.
  2. Selasa, 16 Juli 2024.
    Mandangin bersholawat, mars NU dan
    sholawat, pencak silat.
  3. Rabu, 17 Juli 2024.
    Khotmil Qur’an, santunan anak yatim, maulid Al Habsy.
  4. Kamis, 18 Juli 2024.
    Pengajian Umum.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru