“Kalau dua putaran terjadi, politik identitas terjadi dan meluas, radikalisasi terjadi meluas, hukum dari hulu sampai hilir akan terganggu, Partai-Partai besar bisa jadi gurem, itu resikonya, karena hal tersebut sudah terjadi di Jawa Timur, dan kondusifitas ekonomi kembali tidak baik, dan akan ada pemborosan APBN dan APBD kita,” terangnya.
Menurut Mustakim saatnya Politikus Nasional Islah dan tabayun, saatnya merajut dan merawat kebhinekaan, dan melawan bersama sama kepentingan asing yang ingin menguasai SDA, dan melanjutkan Program Presiden Joko widodo lebih baik.
“Kalau kemarin Pak Budi Ari Ketum Projo akan mendeklarasikan Inisial P dan G dan bila hal tersebut direstui dan di dukung pak Jokowi, maka saya bersama kawan kawan akan maksimal, dan all out bertempur dibawah, dan semoga tidak ada tiga poros, karena kalau ada tiga poros, APBN Boros, APBD Boros Dan ada yang di korbankan, karena DPC Projo bergerak itu karena pak Jokowi,” pungkasnya.
Penulis : Arif
Editor : Putri

















