“Namun bila ada logo dan simbol lembaga yang sama dengan kita, hal tersebut bisa diselesaikan upaya upaya hukum, yang terpenting saat ini adalah bagaimana DPP Projo dan DPD dan DPC Projo Konsulidasi, merumuskan apa yang diperintahkan dewan pembina Projo yaitu Presiden Joko Widodo,” ujarnya.
“Mereka itu hanya riak riak kecil, tak perlu ditanggapi terlalu serius dan berlebihan, bila ditanggapi mereka seakan mendapat panggung dan diperhatikan, karena mereka tidak sama dengan kita, tidak selevel dengan kita ngapain harus disikapi, dibiarkan saja,” jelasnya.
Ia menambahkan, apapun nanti Ia berharap DPD Projo dan semua teman teman kader Projo harus patuh dan taat yang telah diputuskan hasil kongres ke dua kemarin, siapa nanti calon yang digadang dan dicalonkan oleh Projo.
“Isi keputusan kongres tersebut adalah kita tegak lurus dengan pak Presiden Joko Widodo, dan patuh siapa pun nanti yang dipilih beliau (Jokowi:red) untuk menggantikan posisinya, dan melanjutkan estafet kepimimpinannya. Kalau pak Jokowi memerintahkan kita jangan grasa grusu dan kesusu ya kita diam saja. kita tidak perlu bergerak untuk deklarasi, namun panasin mesinnya tapi tidak perlu jalan, intinya siapa yang diputuskan oleh pak Jokowi ya akan kita ikuti,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri















