Sementara itu Sally Atyasasmi salah satu anggota Badan Anggaran dari Fraksi Gerindra meragukan akan tercapai target yang dinaikkan tersebut. Pasalnya untuk capaian PAD 2023 pada bulan Agustus baru 60 persen.
“Apakah PAD dipasang naik 50 miliar itu menjadi sesuatu yang rasional, sementara tahun ini baru 556 miliar?,” tanya Mbak Sally sapaan akrabnya.
Dirinya juga menambahkan, meski dirinya juga mendorong Pemkab Bojonegoro peningkatan PAD dari sektor yang tidak memberatkan masyarakat.
“Jadi kita sepakat, kenaikan PAD adalah bentuk kemandirian fiskal kita. Karena kita tidak bergantung pada dana transfer atau dana bagi hasil, maupun Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Kusus (DAK),” imbuh Sally.
Dirinya berharap adanya optimalisasi peningkatan PAD yang bersumber dari sektor-sektor yang pendapatan atau deviden dari BUMD.
Penulis : Takim
Editor : Putri
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















