Sementara itu, Abdul Samad, salah satu Kelompok Tani mengeluhkan soal penyaluran bantuan mesin perajang tembakau yang tidak merata atau tidak adil.
Bahkan, pihaknya selama ini belum pernah mendapatkan alat pertanian sama sekali, sehingga mereka harus meminjam ke tempat lain.
“Ada poktan tertentu yang justru mendominasi bantuan, sementara di kelompok kami tidak pernah mendapatkan sama sekali. Kami prihatin dengan kondisi ini,” terangnya.
Mestinya, kata Abdul, alokasi bantuan itu berdasarkan kelompok dan disesuaikan luas lahan dan prinsip keadilan bukan person.
“Saya juga punya kelompok petani, punya lahan untuk bertani dan selama ini saya tidak pernah dapat bantuan apapun dari Dinas Pertanian itu,” sesalnya.
Penulis : Abdus Salm
Editor : Putri
Halaman : 1 2

















