Menurutnya anggaran pengerasan jalan tersebut bersumber dari anggaran APBDes tahun 2022.
“Untuk menyambut program Ibu Bupati yang berkesinambungan, pengerasan ini bersumber Dari DD dan Add, sebagai pondasi untuk menyambut program ibu bupati yang berkesinambungan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Pengerasan jalan tersebut sangat disambut antusias oleh warga desa Mayangrejo Dukuh Ngenden, aspirasi warga ngenden agar ada peningkatan kualitas tonase jalan, karena jalan tersebut adalah jalan pertanian.
“Kemauan masyarakat seperti apa, masyarakat menghendaki seperti itu ya kita lakukan, secara level jalan kita tingkatkan, dari tonase nya, secara pondasi itu sudah kuat,” ungkapnya.
Infonya, pengerasan jalan Dukuh Ngenden yang mengunakan teknik jalan lama di
pedel dan dikeraskan dengan beskos maka akan bertahan sampai 3 sampai 4 tahun tanpa aspal, bila tahun depan diaspal maka jalan tersebut akan bertahan sampai 8 tahun sampai 10 tahun.
Lanjut Ashandy, hal tersebut sudah direncanakan bersama warga Ngenden dan team arsitek dan bila tahun depan akan dilanjutkan kembali, bila ada anggaran atau ada sumber anggaran lain, misal bila nanti ada dari BKD atau mungkin bisa juga dari APBDes lagi.
Lanjut ke Halaman Berikutnya
Halaman: (1) (2) (3)
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















