Tak Punya Keluarga, Dua Lansia Lumpuh di Pamekasan Hidup Memprihatikan

- Admin

Selasa, 12 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Maliyeh (80) dan Misnanti (75) merupakan warga Dusun Bepao, Kampung Duko, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Mereka berdua merupakan saudara kandung yang selama hidupnya, mereka tidak pernah berkeluarga atau bersuami.

Maliyeh sudah 2,7 tahun mengalami lumpuh total, sehingga ia hanya bisa berbaring terkulai lemas.

Sedangkan Misnanti adiknya saat ini juga sakit, tangan kanannya melepuh bahkan hampir membusuk sudah setahun lamanya.

Mereka hidup berdua, dan tinggal disebuah gardu (Kobung bahasa Madura) sedangkan untuk makan sehari-hari dan yang merawat mereka, yakni tetangga sekitar.

Rodimah tetangga yang biasa memberi makan mengatakan, jika selama hampir 3 tahun dirinya bergantian dengan tetangga lainnya dalam merawat serta memberi makan Maliyeh dan Misnanti.

Baca Juga:  Kabaharkam Polri Lakukan Supervisi dan Asistensi Nusa ll 2020 di Polda Jatim

“Saya seorang janda juga tidak punya pekerjaan Bu, saya memberi makan juga mengandalkan dan menunggu bantuan dari tetangga yang peduli, dulu waktu jamannya ada Covid-19 mereka berdua mendapatkan bantuan BLT DD dari Desa, tapi sudah lama mereka tidak menerima bantuan itu lagi,” tutur Rodimah.

Sementara itu Evi Herawati bendahara Relawan Gema (Gerakan Emansipasi Masyarakat), ditemani oleh salah satu Anggota Polsek Palengaan Aipda Moh. Azizi, yang saat itu berkunjung karena mendapat laporan dari seseorang melalui pesan WA mengatakan, dirinya sangat prihatin melihat kehidupan dua Lansia tersebut.

Dimasa tua mereka yang seharusnya dinikmati dengan keluarga, akan tetapi mereka hanya tinggal berdua tanpa keluarga, bahkan kehidupannya sangat memprihatikan, karena faktor ekonomi yang kurang.

Baca Juga:  Waspada Dampak Covid-19, Pemkab Sumenep Bagi-Bagikan 1000 Bungkus Nasi di Empat Zona Pengawasan

“Saya akan koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) agar keduanya dapat perhatian serta bantuan dari Pemerintah, serta saya usahakan nantinya Maliyeh dan Misnanti ini dapat dimasukkan sebagai penerima program Bupati Pamekasan yakni Simpati Lansia, sehingga mereka berdua tidak kebingungan untuk masalah makan sehari- harinya,” ucap Evi.

Dirinya juga mengatakan akan koordinasi dengan pihak Capil agar bisa dibantu dalam pembuatan KTP dan KK, mengingat mereka berdua tidak punya, karena KTP dan KK mereka hilang.

“Nanti saya akan meminta bantuan pihak Capil, supaya bisa mendatangi mereka berdua ke kediamannya, mengingat karena mereka yang lumpuh, ucapnya.

Baca Juga:  Brotherhood 92 Pamekasan Bagikan Ratusan Paket Nasi Untuk Sahur dan Buka Puasa

Evi juga berharap semoga ada para dermawan, donatur, relawan serta orang-orang baik yang sudi membantu untuk keperluan kehidupan sehari-hari Maliyeh dan Misnanti.

“Apalagi Maliyeh ia sangat butuh popok, karena ia benar-benar lumpuh total, sehingga harus memakai popok, tidak hanya itu mereka berdua juga butuh makanan seperti, roti, biskuit, juga air mineral untuk mengganjal perut mereka jikalau rasa lapar melanda, minyak kayu putih dan minyak telon juga mereka butuhkan,” ujar Evi.

“Saya juga berharap kepada Puskesmas setempat, agar pihaknya bisa datang dan memberikan pelayanan gratis untuk merawat mereka berdua, terutama kepada Misnanti, dengan begitu kesehatan mereka berdua bisa terpantau, sehingga kemungkinan untuk sembuh besar harapannya,” imbuhnya.

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Pemkab Sumenep Bersama Basnas, Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdamak Kekeringan
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB