PMK Bikin Resah Pedagang Sapi, DPRD Bondowoso Beri Saran Kebijakan

- Admin

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – DPRD Kabupaten Bondowoso menyoroti persoalan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi.

Apalagi, PMK pada sapi ini membuat warga, terutama pedagang di Kabupaten Bondowoso resah.

DPRD berharap PMK ini segera ditangani dengan kebijakan yang tepat, sehingga tidak menggoyahkan ekonomi masyarakat.

Keresahan dialami H. Fauzan, pedagang sapi asal Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Selasa (24/5/2022).
Pihaknya merasa khawatir jika karena PMK nantinya pasar sapi di Bondowoso sampai ditutup.

Sementara sebentar lagi musim Idul Adha yang setiap tahunnya permintaan ternak sapi dan kambing meningkat.

Baca Juga:  Satpol PP dan Damkar Bondowoso Beri Edukasi Tentang Damkar kepada Siswa TK

Karenanya, H. Fauzan berharap jangan karena PMK ini, penjualan ternak dari Bondowoso mengalami kesulitan.

“Kami berharap jangan sampai ada penutupan pasar ternak, dan pemerintah menfasilitasi pedagang agar setiap ternak yang dijual, diperiksa dahulu oleh petugas dan mendapat surat keterangan sehat,” jelasnya.

Akan adanya fenomena ini, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir meminta Pemkab harus segara menangkap keresahan para pedagang sapi.

Caranya dengan melakukan antisipasi maksimal agar PMK tidak masuk ke Bondowoso.

Selain itu memberikan kepastian jika sapi yang dijual oleh para pedagang, dalam kondisi sehat.

Baca Juga:  IPNU IPPNU Batang-Batang Dilantik

“Pemerintah harus pro aktif melakukan pemeriksaan, dan memberikan surat jalan serta surat keterangan sehat,” jelasnya.
Ketua DPRD mendorong pemerintah daerah agar pemberian jaminan kesehatan dan surat jalan, diberikan secara gratis, tanpa dikenakan biaya.

“Kalau perlu anggaran, dianggarkan pada APBD. Jadi pemeriksaan ternak tidak dipungut biaya,” tegas legislator PKB ini.

Pemeriksaan kesehatan ternak ini sangat penting bagi para pedagang dan pemerintah daerah.

“Sebab menyangkut perputaran ekonomi masyarakat,” tuturnya. (awi)

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru