BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Sunaryo Abu Na’im menahkodai Dewan Pertimbangan Cabang Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Bojonegoro, setelah Muscab di 2021 kemarin.
Dalam sambutan di acara Ta’aruf di Aula Kantor DPC PPP Bojonegoro, Sunarto mengatakan mengatakan musyawarah Cabang yang terjadi kemarin adalah Musyawarah tercepat yang pernah dialami oleh DPC PPP Bojonegoro.
Dan politisi yang pernah menjabat Anggota Dewan dari PPP dan PKB tersebut juga menceritakan terkait sulitnya mencari pengurus untuk Partai dari ranting sampai Anak ranting saat Reformasi kala itu, namun Partai PPP masih diminati oleh masyarakat, meskipun partai seangkatannya telah menjadi Gurem dan hilang.
“Pada waktu itu saya mencari pengurus PKB sangat mudah, karena didorong serta didukung oleh Nahdhlatul Ulama, dan pengurus PPP kosong, tapi kenapa PPP masih mendapatkan kursi karena PPP dijaga oleh Allah,” ucapnya.
Lanjutnya, setelah muktamar 2004 maka Nahdhatul ulama mengayomi semua partai diayomi, dan perlu diingat bahwa Partai yang pernah didukung oleh Nahdhatul ulama sebelum reformasi adalah Partai Persatuan Pembangunan.
Sunaryo Abu Na’im juga berharap yang dulu di PPP sekarang masih di rumah orang lain, berharap pulang kembali ke PPP untuk membangun bersama sama.
“Nahdhatul ulama tidak dimana mana tapi ada di mana mana, jadi perlu diingat dan dicatat oleh sejarah bahwa partai yang pernah didukung oleh NU adalah Partai PPP saat itu, maka itu saya mohon yang pernah di PPP dan sekarang di rumah orang lain segera pulang kembali di PPP,” harapnya.
Selain itu Ketua DPC PPP Bojonegoro yang baru tersebut juga menambahkan dan mengajak para kadernya untuk memulai memanaskan mesin politik mengingat tahapan Pemilu 2024 sudah akan segera dimulai pada tahun 2022 ini.
”Bahwa pada hari ini kita mendapatkan amanah dari DPP untuk segera mengadakan ta’aruf jajaran pengurus DPC PPP Bojonegoro periode 2022-2026, Bojonegoro dengan muscab tercepat namun proses SK terlama, ini sebagai spirit tanda pemilu 2024 kita akan menjadi pemenang pemilu,” tambah Mbah Naryo.
Secara terpisah keterangan pers Sekretaris DPC PPP Bojonegoro K. Zainal Mustofa menyampaikan, dengan diadakan Ta’aruf tersebut setelah Surat keputusan Dari DPP PPP turun memutuskan Sunaryo Abu na’im sebagai ketua K Zainal Mustofa sebagai sekertaris, hal ini dilakukan untuk saling berkenalan dan merapatkan barisan.
“Ta’aruf, itu bahasa arab Indonesia perkenalan, sesama pengurus agar kenal, ta’aruf itu tujuannya merapatkan barisan,” ungkapnya.
Disingung soal soal struktural baru dan yang lama, lelaki yang akrab dipanggil Gus Mus tersebut mengatakan semua kelihatanya oleh DPP PPP diakomodir.
“Ya, kelihatan semuanya kelihatanya diakomodir oleh DPP,” jelasnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua DPW PPP Jawa Timur Ridwan Hambali, LC dalam sambutannya mengatakan, dengan ta’aruf ini semua kembali dan saling melengkapi, dan DPW hanya sebatas mendukung bentuk dari legitimasi agar segera melakukan program programnya pasca muscab 2021 kemarin, karena partai menghadapi pemilu 2024 tahapan awal ada di 2022, dan target untuk Bojonegoro satu dapil satu anggota Dewan.
“DPW ini dukungan bentuk legitimasi DPC agar segera melakukan program programnya, tahun 2022 adalah awal untuk melakukan program 2024, maka itu DPC segera bersatu makanya dimulai dengan ta’aruf tadi dan komitmen bersama, dijabarkan bersama program program partai untuk 2024,” imbuhnya.
“Target DPP satu dapil satu anggota Dewan, kalau sekarang kita punya 4, besok pemilu 2024 minimal 5 dan syukur bisa sampai 10 Kursi, kalau bisa harus lebih,” sambungnya.
Lanjut Ridwan, terkait undangan beberapa Anggota Dewan yang tidak hadir di acara ta’aruf, semua telah diundang dan semua mempunyai kesibukan masing masing, soal persoalan muscab tidak ada persoalan semua sudah legawa dan Ridwan berharap semua ta’aruf dan segera menata kembali barisan menghadapi pemilu 2024.
“Insya’Allah tidak ada, kalau ada yang belum hadir itu karena situasi masing masing, tapi semua telah diundang dan semua telah legawa, karena memang ada komponen komponen baru, atau yang lama tidak aktif sekarang ini bisa di aktifkan lagi,” pungkasnya.

















