PAC GP Ansor Bondowoso Kecam Keras Tindakan Represif Aparat Kampus UIN Jember pada Aksi Mahasiswa

- Admin

Selasa, 22 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – PAC GP Ansor Bondowoso mengecam keras tindakan represif satpam kampus pada peserta aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq atau UIN Jember.

Erwin Supriyanto, Ketua PAC GP Ansor Bondowoso menyesalkan sikap aparat kepada peserta aksi Mahasiswa Jember yang mirip zaman pemerintahan orde baru.

“Tindakan itu menurut saya sudah tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Padahal Mahasiswa melakukan aksi itu sudah dijamin oleh undang-undang, ” kata erwin pada media, Selasa, (22/02/2022).

Lebih lanjut, Erwin mengatakan tidak sepantasnya aparat kampus UIN KHAS Jember melakukan tindakan represif karena itu sudah menyimpang dari nilai-nilai ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Bukannya kampus kita itu didirikan oleh tokoh-tokoh NU di Jember tapi kenapa kok dengan cara represif sikapnya pada mahasiswa aksi, ini kan kalau seperti itu seperti jaman orde baru yang bertindak otoriter pada Mahasiswa, ” Imbuhnya.

Baca Juga:  Belok Arah Mendadak, Pengendara Motor Terpelanting dan Tewas setelah Dihantam Pick Up

Erwin menambahkan, pihak kampus dan rektor Babun Suharto harus bertanggung jawab terhadap korban luka-luka yang saat ini dirawat di rumah sakit.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan, seharus pihak kampus mendengarkan keluh kesah mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

” Saat ini banyak orang tua Mahasiswa berdampak secara ekonomi adanya pandemi covid-19. Ada orang tua Mahasiswa kenal PHK, bertani ada yang gagal,” ungkapnya.

Seharusnya kata Erwin, pihak kampus khususnya Rektor menyadari bahwa mahasiswa kampus UIN KHAS Jember itu berasal dari golongan anak orang tua yang ekonominya menengah ke bawah, maka tidak sepantasnya kampus hanya memberikan keringanan UKT hanya 500 Mahasiswa.

Baca Juga:  Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan

Diketahui, ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berunjuk rasa di depan gedung Rektorat. Mereka menuntut kejelasan tentang keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Dalam aksi itu, para mahasiswa melakukan aksi tutup mulut. Mereka juga membakar ban bekas.

“Aksi hari ini, adalah lanjutan dari aksi kemarin dan yang sudah kami lakukan sejak Jumat (18/2/2022),” kata korlap aksi Moh. Hisyam, Senin (21/2/2022).

Mereka memenuhi halaman depan gedung Rektorat UIN KHAS. Menunggu tanggapan dari pihak kampus, khususnya Rektor UIN KHAS Jember Profesor Babun Suharto.

Baca Juga:  Dandim 0826 Pamekasan Lakukan Suntik Vaksin Tahap Dua

“Tuntutan kami masih sama, kita minta kejelasan terkait pengajuan keringanan UKT itu. Karena disampaikan saat itu dapat keringanan 45 persen, juga sudah ada 3.000 mahasiswa yang mengajukan. Tapi hanya 545 mahasiswa yang diterima, nah yang lain bagaimana? Ini harus jelas dan bisa dijelaskan oleh pimpinan,” ujar Hisyam.

Hisyam menegaskan aksi akan terus dilakukan hingga ada penjelasan dari Rektorat. “Sampai pihak rektorat memberikan penjelasan, dan tuntutan kami diterima. Jika tidak aksi (unras) ini, akan terus kami lakukan,” tegasnya.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB