BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Jelang 1 Abad Nahdatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Bondowoso Melakukan Musyawarah Kerja (Musker) Cabang perdana di aula Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso, Sabtu (19/2/2022).
Acara tersebut turut dihadiri ketua PCNU Bondowoso, Kh. Abdul Qodir Syam, Bupati sekaligus Mustasyar NU Bondowoso, Salwa Arifin, Ketua DPRD yang juga Mustasyar NU Bondowoso, Ahmad Dafir, dan Tokoh-tokoh NU yang lain.
Qodir menyampaikan, Musker-1 ini untuk menyambut 1 Abad NU dan tindak lanjut dari konferensi sebelumnya yang mengatur tata kerja NU didalamnya.
“Pada konferensi sebelumnya sudah diatur tata kerja NU kedepan baik keagamaan, kemasyarakatan, sosial dan politik,” ujarnya.
Lebih Lanjut, Qodir mengatakan, adanya musker guna merumuskan program kerja sehingga bisa segera diimplementasikan.
“Sehingga bisa segera di implementasikan oleh MWC di seluruh Kecamatan maupun di ranting-rantingnya,” tuturnya.
Dia juga menambahkan, secara umum untuk membuat pemahaman kepada masyarakat awam tentang berbangsa dan bernegara secara NU.
“Untuk proker sendiri pastinya dalam menentukan skala prioritas sedangkan secara umum agar masyarakat lebih paham tentang berbangsa dan bernegara secara NU,” imbuhnya.
Sementara, Dafir menjelaskan, PCNU gelar musker perdana di gedung DPRD tidak lepas dari Pancasila yang ke 4, serta sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahir, tidak lepas dari perjuangan NU.
“Saya berterima kasih NU telah memutuskan musker disini, karena ini adalah bentuk implementasi dari sila ke 4, dan juga NKRI lahir dari pejuangan NU,” jelasnya.
Dia juga menerangkan, dalam program kerjanya NU juga melakukan hal berguna untuk masyarakat yang selaras dengan tugas dan fungsi dari DPRD.
“Kami sebagai perwakilan rakyat pastinya menampung, memfasilitasi, menindak lanjuti aspirasi rakyat, sesuai dengan program NU yang selaras dengan kami,” pungkasnya.
Sedangkan Salwa berpesan, untuk musker ini supaya dirumuskan progam ekonomi dan pendidikan untuk lebih baik kedepan.
“Sementara yang kurang menonjol dari segi ekonomi dan pendidikan, jadi juga perlu dirumuskan dalam musker ini,” tutupnya.

















