Capaian Vaksinasi di Probolinggo Sampai 80.474 Orang

- Admin

Senin, 14 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Hasil pencapaian dari Vaksinasi Kabupaten Probolinggo menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) mencapai 80.474 orang atau 71.46 dari total sasaran lansia sebanyak 112.618 orang.

Data tersebut hasil data dasboard KPC PEN dan untuk basis 2 mencapai 49.043 Orang atau 43.55 persen. Terkait lansia usia 60 tahun ke atas, capaian vaksinasinya sudah cukup bagus.

“Secara umum sudah di atas 70 persen untuk dosis 1 dan dosis 2 itu kemarin masih 35 persen. Tetapi kemudian kita mengejar dan sudah bisa tembus 43 persen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko.

Menurut Mujoko, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi bagi kelompok lansia di Kabupaten Probolinggo. Capaian vaksinasi ini akan terus bertambah seiring adanya upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Probolinggo.

Baca Juga:  Perantau Dari Zona Merah Pulang, Bupati Sampang Pantau Posko Penanganan Covid-19

“Kita akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh instansi terkait guna mempercepat program vaksinasi di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, lansia yang belum divaksin agar segera divaksin agar memiliki kekebalan tubuh,” jelasnya.

Mujoko menerangkan, kendala yang sering dihadapi ketika pelaksanaan vaksinasi lansia di lapangan adalah lansia seringkali disembunyikan oleh keluarga. Padahal kalau lansianya sendiri tidak ribet, orangnya jelas dan tidak terlalu mobilitas.

“Tetapi keluarga seringkali menyembunyikan lansia dengan berbagai macam alasan mulai dari sakit dan sebagainya. Intinya lansia ini selalu disembunyikan oleh keluarganya. Kalau lansia sendiri tidak ada masalah,” terangnya.

Lebih lanjut Mujoko menegaskan apabila lansia paham justru akan mengejar ingin mendapatkan vaksin. Tetapi kalau yang tidak paham dan keluarganya banyak termakan hoax, rata-rata akan menyembunyikan lansia.

Baca Juga:  Gunakan KMP DBS III, Pemkab Sumenep dan SKK Migas Jabanusa Sediakan Mudik Gratis Idul Adha Bagi Warga Kepulauan, Ini Jadwalnya!

“Walaupun kita sudah door to door tetap tidak akan dikeluarkan,” ujarnya.

Terkait dengan vaksinasi lansia ini tegas Mujoko, jika lansia pada dosis 1 dan 2 memakai Sinovac, maka harapannya untuk booster atau vaksin tiga bisa memakai vaksin Pfizer atau AstraZeneca. Jika dosis 1 dan 2 memakai AstraZeneca, maka booster memakai Moderna.

“Itu rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Namun apabila itu tidak ada yang bisa diboosterkan maka bisa menggunakan vaksin yang ada. Misalnya mereka khawatir dan ketakukan menggunakan vaksin lain dan minta dosis 3 linier, maka juga tidak ada masalah. Misalnya Sinovac semua dan lain sebagainya,” tuturnya.

Untuk meyakinkan lansia agar mau divaksin tegas Mujoko, maka pihaknya harus sabar dengan memberikan penyuluhan berupa pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi lansia.

Baca Juga:  Muat Barang Berlebih, Truk Ini Kena 'Semprot' Polisi

“Harapan kita gerakannya seperti awal dulu, semua lintas sektor bergerak untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman bersama-sama. Namun karena berbenturan dengan agenda Pilkades dan kasusnya mulai menurun dianggap sudah menurun, maka masyarakat sudah mulai kendor lagi dalam hal protokol kesehatan,” tegasnya.

Mujoko mengharapkan agar upaya preventif dan promotif gerakan penyuluhan dari tingkat RT/RW dan desa yang luar biasa bisa dilakukan kembali bekerja sama dengan semua instansi terkait.
.
“Karena kasus sempat menurun, maka masyarakat menganggapnya sudah selesai. Padahal kasusnya mulai merangkak naik. Kita meminta kepada masyarakat untuk menggenjarkan kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim
Baru Dilantik, Isu Rangkap Jabatan Pedangkat Desa Menanti Peran Kepala DPMD Sumenep
Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia (ASMOPSS) ke-15 Diikuti 6 Negara, Diselengarakan di Bojonegoro

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Anggaran Melambung Tinggi, Dana Pokir DPRD Bojonegoro Menjadi Sorotan KPK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sembilan Kades di Bojonegoro Diperiksa KPK

Berita Terbaru

IlusIlustrasi Kasus BSPS Sumenep

Daerah

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:53 WIB