DKPP Probolinggo Berikan Sosialisasi Pemasangan Lampu Budidaya Bawang

- Admin

Rabu, 29 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan PLN Cabang Pasuruan memberikan sosialisasi kepada kelompok tani untuk pemasangan lampu dalam budidaya bawang merah, Rabu (29/9/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan DKPP Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 30 orang petugas dan perwakilan kelompok tani dari 9 (sembilan) kecamatan potensi bawang merah meliputi Kecamatan Sumberasih, Dringu, Gending, Pajarakan, Paiton, Leces, Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Maron.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Didik Tulus Prasetyo mengatakan kegiatan ini merupakan program dari PLN yang ingin memasukkan kegiatan listrik dalam budidaya bawang merah.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Berikan Bantuan Paket Sembako dan Vitamin Kepada Wartawan Terdampak Covid 19

Intinya semacam pengendalian hama penyakit di bawang merah dengan menggunakan lampu sehingga diharapkan lampu bisa menarik hama agar tidak mendekati bawang merah.

“Upaya ini sangat efektif sebagai pengendalian hama penyakit dalam budidaya bawang merah. Selama ini petani biasanya menggunakan jaring yang biayanya lebih mahal dari lampu. Harapannya petani bisa mengaplikasikan penggunaan lampu ini agar hasilnya lebih maksimal dan menekan biaya,” katanya.

Menurut Tulus, selama ini teknologi pemasangan lampu dalam budidaya bawang merah ini sudah diaplikasikan di lahan seluas 4 hektar di Desa Sekarkare Kecamatan Dringu. Dengan teknologi ini petani bisa pasang listrik baru dengan biaya lebih murah. Nantinya PLN akan menyiapkan cagak menuju ke hamparan petani.

Baca Juga:  Dinkes Probolinggo Berikan Pendampingan MMPP

“Kami berharap petani bisa menyebarkan informasi ini kepada petani yang lain. Paling tidak harapannya ada sentra yang mau menggunakan lampu sebagai teknologi budidaya bawang merah. Terlebih produksinya lebih maksimal, karena sinar matahari tidak terhalang oleh jaring,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para kelompok tani ini mendapatkan materi tentang manfaat penggunaan listrik untuk petani bawang dari Ayunda, selaku wakil managemen dari PLN Cabang Pasuruan.

Ayunda menjelaskan, Covid-19 yang mempengaruhi segala aspek kehidupan mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

Namun pertanian, peternakan dan perikanan justru tumbuh signifikan karena permintaan pasar meningkat. Akan tetapi para petani bawang merah sangat khawatir gagal panen akibat hama dan virus.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Gelar Bazar Beras Murah

“Populasi petani bawang merah di daerah Kabupaten Probolinggo mulai tumbuh dan berkembang. Namun masih menggunakan teknologi konvensional (jaring). PLN melihat adanya peluang untuk mengakomodir kebutuhan para petani dengan menggunakan teknologi yang lebih modern dan efisien yang menguntungkan bagi PLN dan petani,” ungkapnya.

Menurut Ayunda, penggunaan lampu listrik dalam budidaya bawang merah sangat bermanfaat bagi petani. Dalam 1 iring membutuhkan 50 lampu dengan per bulan estimasi biaya listriknya dengan daya 1300 tarif industri sebesar Rp 251.100/bulan. Hasil bawang lebih maksimal dan dapat bekerja malam hari.

“Kalau memakai jaring, 1 iring membutuhkan biaya sebesar Rp 6.000.000/musim,” pungkasnya.

Berita Terkait

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru