Harga Tembakau Jauh Dari Harapan Petani, MPR Geruduk Kantor Pemkab Sumenep

- Admin

Rabu, 18 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Beberapa tahun terakhir, harga tembakau di Kabupaten Sumenep masih terbilang rendah, bahkan dinilai anjlok hingga mengundang protes dari berbagai kalangan.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah massa yang tergabung dalam Majlis Pemuda Revolusi (MPR) menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menuntut harga tembakau yang tak kunjung membaik hingga tahun ini.

Dalam aksinya, MPR juga menuntut kenaikan harga si daun emas itu yang dinilai tidak sepadan dengan kerja keras petani. Diketahui dari pantauan media ini di lokasi, sejumlah massa aksi turun ke jalan dengan membawa spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan.

Baca Juga:  Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi MPR, Andi Firdaus menilai, harga tembakau di Kota Keris saat ini sangat meresahkan masyarakat. Bahkan menurutnya, hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

“Atas dasar penderitaan petani tembakau, kami MPR datang untuk menemui Bupati, guna menyampaikan amanah penderitaan petani,” jelas Firdaus dalam orasinya, Rabu (17/8).

Menurutnya, para petani tembakau sudah merasakan kesengsaraan yang cukup lama atas harga tembakau yang dinilai tidak sepadan dengan apa yang dikeluarkan para petani . Namun, Firdaus mengaku hingga saat ini masih tidak menemukan sikap tegas dari Pemkab Sumenep atas hal tersebut.

Baca Juga:  Drumband se-Sumenep Beraksi di Grand Launching HSN 2019

“Kita sampaikan aspirasi petani tembakau ini kepada Bupati Sumenep, karena saat ini dia sudah tidak blusukan lagi untuk sekadar menyapa rakyatnya. Mungkin karena Pilkada masih lama,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya mengecam bahwa akan melakukan aksi kembali dalam waktu sepekan ke depan, apabila aspirasi petani tembakau yang disampaikan melalui aksi demonstrasi tersebut tidak kian didengarkan.

“Jika tuntutan kita tidak cepat didengarkan, maka kami berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa ke Bupati setiap sepekan sekali,” tandasnya.

Baca Juga:  Densus 88 Geledah Rumah Warga di Sumenep, Sejumlah BB Diamankan

Sayangnya, hingga massa aksi membubarkan diri, Bupati Sumenep tidak kunjung menemui massa aksi.

Sekedar informasi, terdapat empat tuntutan yang dibawa oleh MPR dalam aksi demonstrasi tersebut, diantaranya

Pertama, menuntut Pemkab setempat untuk segera menstabilkan harga tembakau.

Kedua, segera membahas Break Event Point (BEP) tembakau.

Ketiga, meminta Pemkab Sumenep untuk menindak tegas Pabrikan-Pabrikan nakal.

Keempat, menuntut revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 6, Tahun 2012, tentang pedoman pelaksanaan pembelian dan pengusahaan tembakau.

Berita Terkait

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro
Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo
Pameran Wilbex Vol 2 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pengunjung Penuhi Lokasi Sejak Pagi
Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12 WIB

DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Ketergantungan Dana Pusat Masih Tinggi, Bupati Setyo Wahono Putar Otak Genjot PAD Bojonegoro

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Perubahan APBD Tetap Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Laporan hasil Pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru