DPKH Probolinggo Distribusikan Hibah Sapi Bakalan Cross Jantan

DBHCHT Sumenep

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo mendistribusikan hibah sapi bakalan cross jantan kepada 7 (tujuh) kelompok tani (poktan).

Tujuh kelompok tani ini tersebar di 6 (enam) desa di 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Desa Klaseman Kecamatan Gending, Desa Krobungan Kecamatan Krucil, Desa Alassapi dan Tarokan Kecamatan Banyuanyar serta Desa Puspan dan Desa Maron Kulon Kecamatan Maron.

“Alhamdulillah kita telah melakukan droping hibah sapi bakalan cross jantan kepada poktan-poktan yang sudah sesuai dengan kriteria. Kebetulan saya turun langsung untuk memberikan hibah dan menanyakan bagaimana ke depannya hibah sapi bakalan cross jantan ini,” kata Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi.

Baca Juga:  Sempat Ngendap, Kasat Reskrim Polres Sumenep Janji Bongkar Kasus Gedung Dinkes

Menurut Yahyadi, dari 7 kelompok itu nantiya ada 24 anak kandang yang merupakan anggota kelompok tani dan kebetulan mempunyai anak muda dari kelompok milenial. Nantinya mereka yang akan mengelola dari 41 ekor sapi bakalan cross jantan secara bersama-sama dengan sistem komunal.

“Dalam sistem komunal ini ada yang satu kelompok 4 ekor dan dianak kandangnya ada yang dikelola oleh 3 anggota. Hibah sapi bakalan cross jantan ini merupakan program prioritas dari Bupati Probolinggo tahun 2021 sebagai upaya fokus penurunan kemiskinan. Saya mempunyai program menurunkan angka kemiskinan melalui kegiatan peternakan dengan memberikan hibah kepada kelompok tani yang betul-betul sudah tahu tentang beternak,” jelasnya.

Baca Juga:  DPRD Probolinggo Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Fraksi

Dari hasil survey yang dilakukan di lapangan terang Yahyadi, para anggota kelompok tani dari kalangan pemuda milenial ini sudah memahami tentang program tersebut. Sebab program ini harus berkembang dan tidak boleh mati serta tidak boleh dijual.

“Hasil survey langsung kepada anak kandang tersebut menyatakan bahwa program peternakan ini menggunakan sistem gaduh. Berarti 50 persen untuk pengelola operasional kelompok dan 50 persen untuk pengembangan. Jadi yang di pengembangan ini akan digulirkan oleh kelompok tani kepada KK miskin. Karena tujuannya adalah untuk menurunkan angka kemiskinan,” terangnya.

Yahyadi menjelaskan droping sapi bakalan cross jantan ini dialokasikan sesuai dengan proposal-proposal yang masuk ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Hingga ini semuanya sudah clear dan diterima oleh para kelompok tani penerima manfaat.

Baca Juga:  Polres Probolinggo Gelar Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas

“Semuanya sudah clear dalam hal pengelolaannya, baik pakan maupun pemeliharaannya yang berhubungan dengan pembuangan kotoran-kotorannya dan lainnya. Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan ini selalu mendapatkan ridho, barokah, petunjuk dan yang lainnya dari Allah SWT. Aamiin,” harapnya.

Leave a Reply