Tidak Punya Biaya, Seorang Yatim di Pamekasan Berniat Berhenti Sekolah

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Hidup dengan serba kekurangan, salah satu Yatim dari 3 bersaudara ingin berhenti sekolah.

Deni (10) bocah laki-laki asal Desa Bendungan, Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar (SD) berniat berhenti sekolah, karena ia ingin bekerja sehingga mendapatkan upah.

Dari upah tersebut, Deni ingin membantu sang ibu membiayai kebutuhan hidup keluarganya. Karena tidak mau menjadi beban serta menyusahkan sang ibu, yang hanya bekerja sebagai pencari rumput sapi tetangga.

Deni merupakan putra ke dua dari tiga bersaudara, mereka menjadi yatim ketika bapak mereka meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Mereka ber-empat tinggal di rumah tua, dengan kehidupan seadanya, tembok yang sudah berjamur, atap rumah (genting red) yang sebagian sudah hancur, serta tempat tidur dan lemari tua yang sudah kusam.

Kiptiyah yang merupakan ibu Deni merasa sangat sedih, ketika salah satu putranya tersebut harus dipaksa berfikir dewasa sebelum waktunya.

“Seringkali anak saya itu mengatakan akan berhenti sekolah sambil menangis, dia bilang kasihan sama saya,” cerita Kiptiyah.

“Saya tidak tau harus bagaimana lagi untuk membujuk anak saya itu, memang keadaan saya ya seperti ini, jangankan membelikan sepeda untuk mereka, beli buku tulis saja saya masih harus menabung sedikit demi sedikit dulu,” tuturnya.

Baca Juga:  Ratusan Personil Polres Pamekasan Disuntik Vaksin

Leave a Reply