Di Sumenep Nenek Sebatang Kara Sulit Dapat Bantuan, Kades Setempat: ‘Dia Masih Mampu Menghidupi Dirinya Sendiri’

- Admin

Minggu, 17 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Seorang janda tua yaitu nenek Puna warga Dusun Kelampok, Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, yang berjuang hidup di bawah rumahnya yang sudah tak layak huni itu, saat ini mulai menjadi bahan perbincangan masyarakat setempat.

Pasalnya, nenek Puna luput dari perhatian pemerintah, terakhir nenek Puna mendapat bantuan pemerintah di tahun 2014 silam, dan seterusnya tidak ada.

Atas perihal tersebut, akhirnya Kepala Desa (Kades) Rombiya Timur, Hayati, mulai angkat bicara soal keberadaan salah satu rakyatnya yaitu seorang nenek tua renta yang hidup sebatang kara itu yang ada di desanya. Pihaknya menjelaskan, nenek Puna tidak luput dari perhatian pemerintah, buktinya pada 2014 lalu, nenek Puna mendapat bantuan rehap rumah.

Baca Juga:  H- 2 Lebaran Bapak dan Anak Kompak Jualan Sabu Hingga Diamankan Satresnarkoba Polres Sumenep

“Tidak, dia itu (Nenek Puna) bukan pas luput dari perhatian pemerintah, sekitar akhir tahun 2014 lalu dia pernah mendapatkan bantuan rehap atau penyegaran rumah dari TNI,” ujar Hayati lewat sambungan selulernya. Minggu (17/05)

Bahkan menurut Kades menyangkal tuduhan luput dari sentuhan pemerintah, menjelaskan bahwa Nenek Puna dulu juga pernah dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu soal administrasi kependudukan menurutnya juga lengkap.

“Kalau KTP dan KK-nya ada lengkap,” sambungnya.

Disinggung soal Bantuan Sosial (Bansos) seperti, Raskin yang kini menjadi program Sembako, PKH, BST Kemensos di tengah musibah pandemi Covid-19 di Sumenep. Ternyata Kades Hayati mengatakan bahwa Nenek Puna tidak mendapatkan semua bantuan itu.

Baca Juga:  Penggali Batu di Sumenep Tertimpa Reruntuhan, Kepalanya Pecah

“Nenek Puna saat ini hanya masuk data bantuan BLT DD,” ujarnya menjelaskan.

Lanjut Hayati menjelaskan perihal beberapa bantuan yang disebutkan untuk nenek Puna, dikarenakan nenek Puna itu hidup sendirian di bawah rumahnya yang sudah reot.

Menurutnya, jika berbicara sensus kemiskinan, nenek Puna dianggap mampu untuk menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan pemerintah, serta kata Hayati kalau orang tinggal sendirian maka sedikit sulit untuk mendapatkan program sosial seperti bantuan.

“Karena kalau dalam KK itu ada 3 atau 5 orang berarti ada kepala keluarga sebagai pencari nafkah, jadi kalau dalam KK itu satu orang seperti nenek Puna itu dianggap mampu menafkahi dirinya sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pesta Miras di Cafe Apung, Dua SPG dan Dua Warga Saronggi Diamankan

Sementara dari keterangan salah satu warga sekitar yang namanya minta dirahasiakan itu, saat mengantar pengurus IKAPMII Ganding, menjelaskan nenek Puna memang belum pernah mendapatkan Bansos seperti Sembako atau PKH.

“Kasihan nenek ini selama ini belum tersentuh bantuan Sosial seperti Sembako atau PKH,” katanya.

Berita Terkait

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim
Baru Dilantik, Isu Rangkap Jabatan Pedangkat Desa Menanti Peran Kepala DPMD Sumenep
Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia (ASMOPSS) ke-15 Diikuti 6 Negara, Diselengarakan di Bojonegoro

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Anggaran Melambung Tinggi, Dana Pokir DPRD Bojonegoro Menjadi Sorotan KPK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sembilan Kades di Bojonegoro Diperiksa KPK

Berita Terbaru

IlusIlustrasi Kasus BSPS Sumenep

Daerah

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:53 WIB