SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep akhirnya angkat bicara terkait merebaknya Virus Covid-19 beberapa hari terakhir di Indonesia, pihak RSUD Moh. Anwar melakukan Press Conference, Selasa (17/03) pukul 11:00 WIB.
Tim Kewaspadaan Virus Covid-19 RSUD Moh. Anwar Sumenep dr. Andri Dwi Wahyudi membeberkan tentang gejala Virus Covid-19 yang sebenarnya.
Menurutnya pasien dengan gejala Virus Corona dimulai dari batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas.
“Kalau orang dalam pemantauan yaitu dengan keluhan, batuk pilek, nyeri tenggorokan, suara sesak, demam, tapi belum sesak nafas,” ujarnya.
Berbeda dengan orang yang sudah dalam pengawasan, imbuh Andri. Kalau sudah dalam pengawasan menurutnya gejala awal sama dengan yang pertama, akan tetapi masih butuh hasil lab tenggorokan dan hasil rontgen di bagian paru-paru, apa ada peradangan atau tidak.
“Akan tetapi, tidak semua pasien dengan gejala tersebut dikategorikan sebagai pasien Covid-19, sebab Corona tidak hanya diartikan sebagai Covid-19, tapi masih ada famili Corona-corona yang lain,” imbuhnya.
Menurutnya, jika sudah ada pasien dalam kategori pengawasan, maka kami harus rujuk ke Rumah Sakit yang ditunjuk, dan rumah sakit kita saat ini tidak ditunjuk untuk menangani kasus tersebut.
“Kakau sudah Orang Dalam Pemantauan (ODP) maka akan dilakukan pemantauan selama 14 hari dan itu dinas terkait yang melakukan, dan ada kartunya,” tutupnya.
Untuk pasien IDP dan yang akan di rujuk ke rumah sakit yang dituju, maka pihaknya hanya melakukan foto rontgen dan dapat dipastikan ada peradangan di paru-paru pasien.

















